Keterbatasan Fisik Tak Menghalangi Cita-citanya Jadi Wartawan - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Rabu, 28 Februari 2018

Keterbatasan Fisik Tak Menghalangi Cita-citanya Jadi Wartawan


Namanya adalah Ahmad Khayatun Nufus yang biasa dipanggil “Yaya”, ia lahir di kota Serang, 30 Maret 1998. Yaya merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Dia anak dari pasangan suami istri Wahyu Hidayat dan Nur Hayati. Yaya terlahir tanpa memiliki kaki kanan. Namun ketika ia menempuh pendidikan di Taman Kanak-kanak, ia sudah menggunakan kaki palsu yang dibuat ayahnya. Ayahnya merasa kasihan melihat keadaan anaknya yang seperti ini dan ingin nasib anaknya sama seperti anak-anak seumuran pada umumnya.
            “Awalnya saya malu melihat keadaan fisik saya seperti ini, tetapi semakin berjalannya waktu saya terbiasa dengan keadaan ini,” tutur Yaya. Ia mendapat semangat dan motivasi dari kedua orang tuanya dan juga teman-temannya juga memberi semangat untuk menjalani kegiatan sehari-hari.
            Yaya bercita-cita ingin menjadi wartawan, dibuktikan dari kesehariannya yang suka menulis di blog pribadinya dan ia juga senang dalam hal fotografi yang sering diunggah di akun media sosial instagramnya. “Saya bercita-cita menjadi wartawan ketika saya masuk kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi, maka dari itu saya mengambil konsentrasi Jurnalistik,” katanya.
            Selain sebagai seorang mahasiswa jurnalistik di Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) semester empat, Yaya merupakan seorang mantan atlet atletik di tingkat daerah maupun nasional. Yaya pernah meraih juara 2 lari 100 meter di Pekan Olahraga Pelajar Cacat Nasional (POPCANAS) tahun 2011 di Pekanbaru. Selain itu Yaya juga merupakan mahasiswa berprestasi di kampus. Dibuktikannya ketika ia masuk ke kampus melalui jalur prestasi dan ia salah satu mahasiswa yang mendapatkan beasiswa 100% di kampus.
            “Saya bisa survive sampai saat ini karena dukungan faktor kedua orang tua dan teman-terdekat saya, dan saya melihat perjuangan dari ayah dan ibu yang sudah merawat dari saya kecil sampai saya bisa menjadi seperti ini. Saya ingin melihat mereka tersenyum dan menangis bahagia ketika saya sudah sukses mencapai cita-cita saya,” ungkap Yaya ketika saya temui di Kantin Belakang kampus Untirta.
            Yaya yakin banyak cara untuk menjalani ketika ia nanti telah menjadi wartawan dan kekurangannya tidak ia jadikan halangan untuk menggapai apa yang ia mau. “Saya yakin semua manusia memiliki kekurangannya masing-masing, dan jadikan kekurangan itu untuk mencapai yang lebih baik,” nasihat Yaya untuk teman-teman sekalian. (AMP/HNI/NewsroomFISIP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar