Bahasa Ibu Tidak Akan Terhapuskan - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Senin, 05 Maret 2018

Bahasa Ibu Tidak Akan Terhapuskan

Reporter : Jihan Chadijah



Dewasa ini seiring dengan perkembangan zaman yang terus maju begitu pesat, memanglah telah diharuskan untuk setiap orang menguasai bahasa asing, terutama  Bahasa Inggris yang disebut sebagai bahasa internasional. Tidak jarang pula untuk generasi-generasi penerus sudah dipersiapkan untuk kedepannya dengan menguasai bahasa internasional tersebut.  Bahasa Inggris pula sudah dijadikan sebuah keharusan yang dimiliki seseorang untuk dapat menerima informasi dari dunia luar. Dimulai dari berinteraksi menggunakan Bahasa Inggris hingga seseorang menjadi terlatih menggunakan bahasa tersebut. Sampai pula tak jarang di dunia pendidikan yang menggunakan buku acuan yang berbahsa inggris pula.
Bila dilihat lebih dalam lagi, dengan mempelajari Bahasa Inggris, generasi penerus mulai melupakan apa yang menjadi bahasa ibu mereka. Hilangnya rasa kepercayaan dalam diri yang membuat mereka terlihat lebih keren istilahnya dalam menggunakan Bahasa Inggris atau bahasa asing yang lainnya. Generasi sekarang juga banyak yang tidak mengetahui bahsa ibunya sendiri dia tidak mampu berbicara bahasa ibunya. Namun itu tidak sepenuhnya menjadi kesalahannya, ada peran orangtua di dalamnya. 
Orangtua memang merupakan sekolah pertama seorang anak, merekalah yang akan mengajarkan anaknya dan mengarahkan. Untuk kasus semacam ini peran orangtua memang cukup  berpengaruh karena merekalah yang mengajarkan bahasa pertama yang akan diterima oleh anaknya sampai dewasa nanti. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Yadi Ahyadi yang di temui di Laboratorium Bantenologi pada hari Jumat (23/2) beliau mengatakan bahwa  “Kalau untuk perguruan tinggi gak jadi masalah, untuk bahasa asing malah menjadi suatu keharusan, namun untuk bahasa ibu itu pada diri seseorang tidak akan hilang kecuali bila sedari kecil tidak diajarkan bahas ibu nah baru akan hilang. Artinya sekarang kenapa setiap Pemerintahan Kabupaten Kota Se-Indonesia  yang memiliki bahasa ibu sudah memiliki muatan lokal khususnya di Sekolah Dasar  yang mempelajari bahasa ibu karena kekhawatiran akan bahasa ibu itu akan hilang tidak ada penerusnya. Siapa penggunanya? Masyarakatnya. Kenapa penggunanya hilang karena orang tua tidak perduli akan bahasa ibunya. Sekarang banyak terjadi dari Nusa Tenggara Timur ada satu bahasa ibu yang sudah hilang walaupun hanya tinggal satu semakin sedikit penutur bahasa itu maka akan semakin hilang bahasa ibu. Karena pendukunya tidak kada. Kalau untuk pembelajaran bahasa asing , bahasa apapun selama bahasa daerah diturunkan untuk anak-anaknya maka bahasa daerah tidak akan mati.”
Sehingga dapat dikatakan otangtua mengambil peran yang besar untuk terlestarinya bahasa ibu tersebut. Untuk sekarang ini di perguruan tinggi yang memang sudah menjadi suatu keharusan untuk menggunakan bahasa internasional, selain untuk menyampaikan istilah-istilah pembelajaran yang susah untuk dijelaskan menggunakan bahasa indoensia dan meyiapkan mahasiswa juga untuk kedepannya mampu menguasai bahasa internasional. Namun tidak jarang sekali ditemukan mahasiswa yang kurang menguasai bahasa internasional tersebut sehingga menjadi sebuah kesulitan sendiri untuk mempelajarinya.
Seperti penuturan Sukma mahasiswi jurusan Akuntasi ini yang mengatakan pembelajaran dikelasnya menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris “Kalau saya merasakan sih dengan cara mengajarnya oke, dosennya member kita kebebasan kalau latihan pakai Bahasa Indoensia kalau tugas Bahasa Inggris jadi kita disuruh belajar step by stepnya biar kita lama-lama ngerti gitu, kalau nanti misalnya dosennya kasih tau ‘persediaan’ gitu kan itu ngomongnya pake Indonesia terus dilanjutkan dengan Bahasa Inggrisnya, terus banyak nama-nama yang Inggris normal sama Inggris diakuntasi yang aneh banget. “
Bila dari segi keefektifannya Sukma pun menambahkan bahwa terdapat segi efektif dan juga tidak efektifnya dalam pembelajarannya “Efektifnya karena lama-lama bikin kita ngerti juga loh semakin dosennya mengajarkan inggris, karena kalau tidak seperti itu kita gak akan mengerti sama sekali. Segi tidak efektifnya karena kadang juga kita suka tidak tahu”
Jadi semua itu kembali lagi kepada diri masing-masing. Pelajari lah sebisa mungkin bahasa asing tidak hanya  Bahasa Inggris, karena nanti kedepannya bahasa itulah yang akan membawa kita menuju gerbang kesuksesan, menghadapi dunia luar yang semakin maju beberapa tahun kedepan. Tetapi yang harus diingat kembali jangan sampai melupakan bahasa sendiri, karena bahasa itu punya kita dan harus kita pula yang menuruskan. (JH/ULV/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar