Bebas Berekspresi dengan Musik Indie - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 13 Maret 2018

Bebas Berekspresi dengan Musik Indie

Reporter : Nisa Shofia
Redaktur : Mulyani Pratiwi




 (Mocca, band indie yang berasal dari Kota Bandung)

Serang - Mendengar kata musik indie mungkin masih belum terlalu familiar di telinga kalangan masyarakat. Musik indie lebih dikenal oleh beberapa penikmat di masing-masing daerahnya, namun musik indie sudah mulai dikenal masyarakat Indonesia sejak tahun 2000-an. Dewasa ini musik indie sudah mulai populer, seperti lagu Akad dari Payung Teduh yang sempat viral beberapa bulan lalu menjadi bukti kebangkitan dari musik indie. 

“Indie kan band lokal daerah ya terkenalnya di daerah itu aja, tidak seperti band yang di bawah perusahaan label. Makanya disebut band indie.” Ujar Ketua umum Kelurga Seni Musik (Klasik) Untirta, Tubagus Bangkit (21) kala ditemui di sekretariat Klasik pada Kamis lalu (8/3). 

Mengenal kata Indie berasal dari kata independen yang artinya berdiri sendiri, bebas. Itulah mengapa musisi musik indie memproduksi lagu sendiri, mendistribusikannya sendiri, dan berdiri sendiri seperti istilah D.I.Y atau do it yourself

Musik indie mengusung kebebasan berekspresi dalam menghasilkan lagu dan musik yang mereka ciptakan. Dikarenakan musik indie lebih mengdepankan musik apa yang diinginkan dan berani tampil beda serta mencoba hal baru, lain hal dengan major label atau perusahaan rekaman yang sudah diatur dan mengikuti selera pasar yang mudah diterima oleh masyarakat. Sehingga musik indie lebih mengedepankan untuk menjaga kualitas dalam bermusik tanpa ada batasan.

Mempunyai tema yang berbeda dan unik bahkan anti-mainstream dari musik pop pada umumnya, seperti sosial, budaya dan politik. Tidak seperti lagu kebanyakan yang menceritakan percintaan, pustus cinta, atau gagal move on

“musik indie liriknya puitis dan anti mainstream, terus jarang juga yang temanya tentang percintaaan.” Ujar salah seorang penikmat musik indie, Kholif Maghfiroh (20).

Nama dari band indie juga termasuk bebas seperti ciri khas nya yang mengsung kebebasan ekspresi, nama band pun termasuk suka-suka. Seperti beberapa nama band indie di Indonesia seperti, Efek Rumah Kaca, Mocca, Superman is Dead, Payung Teduh, White Shoes And The Couples Company, Bara Suara, Dialog Dini Hari, dan masih banyak lagi. 

Musik indie juga lebih jujur dalam mengekspresikan diri lewat lirik lagu, berkreasi sesuai keinginan mereka. Mengutamakan kebebasan dan kejujuran. 

Vokalis dan bassis dari band indie Flower For Viona, Suci Farhanas (21) ketika diwawancarai melalui aplikasi chat line pada Sabtu (10/3), mengatakan bahwa ia sangat menyukai musik indie karena lebih bebas dan ingin mengekspresikan dirinya, sehingga ia terjun ke dunia musik dan membuat sebuah band bersama teman-temannya.

            Memberikan angin segar bagi belantika musik tanah air, musik indie diakui mempunyai  makna yang mendalam, sehingga adapat menyentuh hati penikmatnya. Lirik lagu musik indie mengandung gaya bahasa yang tidak biasa, seperti mengandung sastra, puitis, ataupun kritis. Kadang alunan musik yang sendu dapat menenangkan, membuat hati sejuk dan pikiran tenang. Serta pembawaan musisinya menjadikan ciri khas dari band itu sendiri, bahkan bisa buat senyum-senyum sendiri bagi pendengarnya. Tidak ada batasan dalam bermusik membuat musik indie dikenal dengan lepas dan bebas. Kebebasan berekspresi ini lah yang membuat para musisinya menjadi dapat lebih mengedepankan idealisme dan jati diri. (Newsroom/NS/ESW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar