Belajar Menjadi Perempuan Hebat Lewat Kemuslimahan - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Belajar Menjadi Perempuan Hebat Lewat Kemuslimahan

Reporter : Gea Yustika
Redaktur : Ulvia Fitra Aini


(Sumber: Dokumen Pribadi FoSMaI FISIP Untirta, anggota kemuslimahan yang sedang berlatih skill memanah. Yang menggambarkan bahwa perempuan bisa melakukan hal-hal yang dilakukan oleh laki-laki)

            SERANG- Bulan maret merupakan bulannya para wanita yang biasa disebut sebagai Women March atau Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 8 Maret. Seperti yang dikutip oleh Wikipedia bahwa Women March adalah sebuah gerakan yang diadakan untuk merayakan Hari Perempuan oleh sejumlah kelompok aktivis perempuan untuk bersatu menuntut adanya perubahan. Perubahan disini menggambarkan bahwa perempuan tidak melulu tertindas dan tidak adanya diskriminatif, atau perempuan pun bisa bebas memilih apa yang ia inginkan.  (3/3)
Dalam lingkup kampus Untirta khususnya FISIP, Organisasi Forum Silahturrahim Mahasiswa Islam (FoSMaI) FISIP memiliki divisi yang mewadahi para mahasiswi, yang bernama Kemuslimahan. Namun bedanya kelompok kemuslimahan ini  tidak melakukan apa yang dilakukan oleh kelompok aktivis perempuan yang menuntut beberapa hal dalam Women March.
"Banyak hal-hal positif yang dilakukan seperti menjadi penggerak bagi perempuan yang ada diluar sana dan juga berperan sebagai media pembelajaran tentang ilmu mengenai muslimah atau perempuan dalam islam, terkait fiqih, kehidupan sosial, skill dan mampu mencermati dan memahami lebih mengenai isu perempuan," ujar Erna Maulidiah sebagai ketua Kemuslimahan Forum Silahturrahim Mahasiswa Islam (FoSMaI) FISIP.
Semuslim (seminar kemuslimahan), KaMumah (karya muslimah), MuCi (muslimah cinta ngaji), KaWaSaki (kajian wanita masa kini), FeMus (festival muslimah),” jawab Erna ketika ditanya mengenai kegiatan yang ada dalam kemuslimahan.
Dalam kemuslimahan ini juga diharapkan agar bisa membentuk pribadi wanita yang salihah. Begitu pula kreatif, terampil, berwawasan luas dan berpotensi yang tinggi.
“Pentingnya itu untuk memberikan inspirasi menjadi alasan untuk diadakannya program kerja yang berkaitan dengan kreativitas dan keilmuan,” tambah Erna.
Syifa Mutiara sebagai anggota kemuslimahan berkomentar tentang pentingnya mengikuti kemuslimahan,  menurut ia jika menjadi perempuan harus menjadi perempuan yang memiliki banyak skill.
“Manfaatnya banyak, jadi bisa menambah pengetahuan, belajar skill baru," ujar Syifa. Baik Syifa ataupun Erna berharap dengan adanya kemuslimahan ini bisa memberikan manfaat yang banyak untuk para perempuan yang ingin mengembangkan skill nya. (GY/UVI/NEWSROOM)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar