BEM KBM Menolak Tegas Politisasi Di Kampus Untirta - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 27 Maret 2018

BEM KBM Menolak Tegas Politisasi Di Kampus Untirta

Reporter : Ihram Rizky
Redaktur : Fatimatul Zahra


Cak Imin sedang memberikan orasi ilmiah saat acara sidang senat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di The Royal Krakatau Hotel, Cilegon, Banten.

Serang- Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyatakan penolakan terhadap politisasi yang terjadi di kampus yang mereka cintai. Propaganda ini dinyatakan saat konferensi pers yang diadakan oleh BEM KBM Untirta pada hari selasa malam.
Propaganda ini dinyatakan seiring dengan akan adanya orasi ilmiah oleh salah satu politisi di Tanah Air yaitu Muhaimin Iskandar atau lebih sering dikenal Cak Imin di acara Wisuda Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada hari Rabu, di The Royale Krakatau Hotel, Cilegon.
Menanggapi konferensi pers yang dilakukan oleh BEM KBM Untirta sehari sebelum acara wisuda di mulai, Suherna selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan mengatakan bahwa dengan mengundang politis ke kampus ini tujuannya bukan sebagai unsur politisasi di kampus, melainkan untuk mengembangkan nama Untirta di luar sana.
“Bahkan sampai saat ini kita masih melaksanakan akreditasi institusi dan mengusahakan agar kampus Untirta ini menjadi lebih baik lagi, jadi dengan mengundang tokoh-tokoh yang bersifat nasional diharapkan mereka menjadi tahu Untirta dan bisa mendorong popularitas kita juga” ujar Suherna.
Suherna menambahkan bahwa jika ia datang karna unsur politis pasti Panwaslu datang dan akan ditegur, Muhaimin Iskandar datang sebagai tokoh Perintis Pengajian Nusantara bukan sebagai Ketua Partai Politik.
Tetapi, berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Suherna selaku Wakil Rektor, Muhamad Fadli yang menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Untirta tetap menyatakan menolak politisasi yang terjadi di kampus Untirta. Walaupun sempat melakukan audiensi dengan Suherna, Fadli tetap menyatakan menolak kedatangan Cak Imin karena menurut nya tidak ada korelasi antara Untirta dengan seorang Cak Imin.
“Entah itu orasi ilmiah atau apapun itu, kan hanya nama saja, tapi terkait dengan kehadirannya saja pun itu sudah menandakan bahwa ia sedang bargaining posisi dia sebagai calon wakil presiden nanti.” ujar pria kelahiran Anyer ini.
Fadli juga menambahkan bahwa kedatangan Cak Imin adalah hal yang aneh dan patut dipertanyakan, terlebih ia sudah menyatakan akan mencalonkan diri sebagai wakil presiden. Walaupun Cak Imin tetap datang dan kemudian memberikan orasi ilmiah, BEM KBM tetap memantau melalui video streaming apakah apa yang dikatakan Cak Imin mengandung unsur politik atau tidak.
Kedepannya Fadli berharap agar ketika mengundang tokoh-tokoh nasional untuk mengisi orasi ilmiah diharapkan mengundang tokoh-tokoh yang memiliki korelasi dengan kampus Untirta atau setidaknya sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di kampus. (IR/FZ/News Room)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar