Cerita Restu: Mahasiswi Berprestasi Untirta - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Cerita Restu: Mahasiswi Berprestasi Untirta

Reporter : Stephanus
Redaktur : Hani Maulia

Restu saat menerima penghargaan Mahasiwa Berprestasi Untita 2017 di Kampus A Untirta, Serang, pada Rabu (17/1/2018). (foto: instagram Untirta Kita)
Restu Gusti Monitasari kelahiran Juni 1998 di Menes, Pandeglang, Banten, sosok  perempuan yang pada Januari 2017 kembali mendapatkan apresiasi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Untirta 2017. Mungkin beberapa dari kalian kenal sosok wanita yang sangat ramah ini namun mungkin juga ada yang belum tahu tentang dirinya. Cerita kali ini datang dari sosoknya, baginya sampai saat ini ia merasa kesempatannya menempuh studi di bangku kuliah adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan sebagai jalan untuknya meraih berbagai prestasi.

Pasalnya ia bercerita bagaimana awalnya ia tidak menyangka sama sekali bahwa dia akan pergi menimba ilmu untuk gelar sarjana, ia berfikir bahwa itu tidak mungkin. “Saya kuliahpun adalah suatu hal yang aneh di kampung saya,” ujarnya. Karena saat di bangku Sekolah Menengah Atass (SMA)  ia kurang mempunyai prestasi yang membanggakan, pun masih harus membayar  tunggakan yang ada di SMA. Hidup hanya bersama sang ibu membuatnya berfikir untuk mencari pekerjaan di Jakarta di sela waktu menunggu kelulusannya. 

Namun sebelum itu teman-teman SMAnya mengajak untuk mendaftar untuk seleksi SNMPTN tapi rasa tidak percaya diri terus menghampiri dirinya. Namun temannya terus mengajaknya hingga akhirnya ia mengikuti saran temannya. Dan ia pun juga mencoba mendaftar untuk beasiswa bidikmisi, dengan berbagai bantuan dari temannya segala persyaratan dari beasiswa bidikmisi itupun dapat dikumpulkan sebelum waktunya. Setelah pendaftaran kuliah dan beasiswa selesai, ia pun ke Jakarta untuk bekerja di sebuah pusat perbelanjaan disana.

Kurang lebih tiga minggu ia bekerja kemudian dirinya mendapat kabar bahwa ia lolos SNMPTN dan administrasi beasiswa Bidikmisi, ia pulang dan mempersiapkan dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Di awal pertama menempuh kuliahnya di Fakultas Hukum Untirta pada 2015, ia dianugerahi sebagai peserta terbaik pada saat Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB) Fakultas Hukum saat itu. Di tahun pertamanya pula ia berkesempatan bersama mahasiswa Bidikmisi lain menjadi delegasi Untirta untuk Lomba Debat Nasional mahasiswa Bidikmisi 2015, yang dimana merupakan pengalaman pertamanya untuk mengikuti lomba tersebut. Saat SMP dan SMA ia hanya beberapa kali pernah menjuarai lomba puisi yang jelas sangat berbeda dengan ranah debat yg sekarang ia tekuni. Namun dari situlah motivasinya terbangun.

Kemudian pada tahun 2016 ia mulai banyak menjuarai berbagai lomba debat. Prestasinya dalam lomba debat antara lain; Juara 1 lomba debat hukum PKIM FH Untirtra (2015), Juara 2 Lomba Debat Agribisnis tingkat Universitas (2016), Lomba Debat Hukum Tingkat Daerah (2016 diselengarakan UIN SMH Banten), Juara 1 National Moot Court Competition 2016, Juara 1 Lomba Diskusi Argumentasi Bela Negara (Parade Cinta Tanah Air (PCTA) 2017), Juara 3 Lomba Debat Tingkat Nasional 2017 oleh Asf Untirta. Berbagai pencapaian itulah yang membuatnya diapresiasi oleh pihak kampus Untirta sebagai Mahasiswi Berprestasi di tahun 2017 dan juga 2016. Selain itu ia juga menjadi Runner Up Duta Fakultas Hukum 2017, dan juga Finalis Duta Jilbab Untirta 2017.

Hingga Kini banyak sekali hal yang motivasinya untuk terus mengukir prestasi. Kenapa di ranah debat? Ditanya begitu ia menjawab dengan berbicara itu rasanya orang lain bisa mendengar bisa saling memahami dan dari situlah ia merasa bahwa mugkin akan ada perubahan dengan cara seperti ini. Kesibukan Restu saat ini ia tengah mempersiapkan dirinya sebagai delegasi untuk Debat Nasional MPR pada April 2018 nanti. Ia juga mendapat amanah untuk menjadi bendahara umum di PCTA Banten, yang pengurusnya merupakan alumni yang pernah menjuarai PCTA yang diadakan Kementreian Pertahanan pada waktu  sebelumya. Selain itu Restu juga aktif mengurus Komunitas Hijrah Untirta yang mana mewadahi akhwat-akhwat muslimah yang ingin sama-sama berhijrah.

Ia juga membagi cerita tentang ambisinya untuk dikenal banyak orang karena prestasinya, dimana dengan itu ia bisa menunjukan bahwa, putra-putri bangsa yang ada di daerah juga bisa meraih prestasi-prestasi yang tidak kalah dan setara dengan orang-orang di kota besar. Dan dengan itu  juga ia dapat membagi cerita hidupnya untuk dapat diambil hikmahnya dan membawa perubahan untuknya. Selain itu ia juga ingin menumbuhkan motivasi di setiap orang khususnya setiap mahasiswa yang baru masuk kuliah untuk terus semangat berprestasi tanpa peduli siapa dia saat SMA, tanpa peduli dari mana ia berasal. 

“Karna pada hakekatnya semua manusia sama di mata Tuhan, bahkan hukumpun mengatakan hal yang sama. Saya ingin dengan cerita saya yang seperti itu, yang hanya hidup dengan seoranng ibu, dengan rumah yang jauh dari kota, ketika saya dikenal nanti khususnya dengan prestasi. Saya  ingin membagi kepada mereka bahwa semua bisa kita lakukan kalau kita mempunyai niat dan sadar kalau Tuhan itu memberikan hal tersebut kepada kalian, dan  yang terpenting itu sejauh mana kita mampu bersyukur begitulah semuanya akan terus terjadi,” ungkapnya Minggu (4/3). (STV/HNI/NEWSROOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar