Ekskul Tari, Favorit Siswa SKh Negeri 01 Serang - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 27 Maret 2018

Ekskul Tari, Favorit Siswa SKh Negeri 01 Serang

Reporter : Tasha Meyra
Redaktur : Mulyani Pratiwi


(Dok.: Iin Sakinah)
(Siswa SKh Negeri 01 Serang saat sedang mengadakan pertunjukan tari dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional)

SERANG – Sekolah Khusus (SKh) Negeri 01 Kota Serang tentu agak berbeda dibanding sekolah umum lainnya, karena para siswanya adalah anak-anak berkebutuhan khusus. Sekolah yang beralamatkan di Jalan Bhayangkara no. 118 B Cipocok Jaya, Serang, ini tidak begitu luas, hanya memiliki dua gedung saja yang ditempati oleh 160-an siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Selain kegiatan belajar mengajar, para siswa juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Namun, di antara banyaknya ekstrakurikuler, tari menjadi favorit para siswa di sana.

“Ada banyak. Ada menari, melukis juga ada. Karena untuk melatih anak-anak di sini, gitu kan. Biasanya ekskul itu untuk menunjang kalau ada perlombaan tiap tahun”, ujar Wahyu, selaku salah seorang guru di SKh Negeri 01 Serang.

Pria yang telah menjadi guru di SKh Negeri 01 Serang selama tujuh tahun itu, mengatakan bahwa ekstrakurikuler favorit para siswa ialah tari. Ekstrakurikuler ini beranggotakan sekitar 20 siswa. Di antaranya ada siswa tunarungu, tunagrahita, dan beberapa yang down syndrome. Meski memiliki keterbatasan, tetap tidak menyurutkan semangat para siswanya.

“Siswa Alhamdulillah antusias ya. Karena kalo mereka diberikan selain akademik, seperti menari ini senang. Kita sempat buat panggung untuk pertunjukkan.Ucapnya.

Ekstrakurikuler tari ini selalu melaksanakan latihan dua kali dalam satu minggu, yakni pada hari senin dan kamis. Ekstrakurikuler ini bekerjasama dengan mahasiswa jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) Untirta. Dan pada akhir tahun pengajaran, biasanya akan diselenggarakan pertunjukkan dalam rangka evaluasi yang diwajibkan oleh pihak provinsi.

Iin, selaku mahasiswa jurusan Sendratasik Untirta yang menjadi pengajar ekstrakurikuler tari di SKh Negeri 01 Serang, mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman berharga tersebut. Ia juga menuturkan bahwa ia jadi lebih sering bersyukur berkat mengajar ekstrakurikuler tari di SKh Negeri 01 Serang.

Susahnya ngomong kaya apa tunawicara, gak bisa mendengar kaya apa tunarungu, gelapnya suasana kalo nggak bisa melihat kaya apa tunanetra, lamanya berfikir kaya apa tunagrahita, susahnya berjalan dan menggerakkan tangan kaya apa untuk tunadaksa. Mereka malaikat Allah, tapi mereka selalu ceria walau kadang malu.” Ungkapnya.

Saat berlatih ektrakurikuler tari, ada sejumlah metode tertentu yang diterapkan. Untuk anak tunarungu, cara pengajarannya ialah dengan memakai bahasa isyarat. Sedangkan untuk anak tunagrahita, gerakan-gerakan dalam tariannya harus lebih disederhanakan agar lebih mudah diingat.

Wanita yang bernama lengkap Iin Sakinah itu berharap bahwa semua pihak dapat menerima kehadiran anak berkebutuhan khusus. “Harapannya juga bagi teman-teman yang normal, jangan malu atau jijik buat sambung ilmu ke mereka, mereka butuh kita. Coba bayangkan ketika diri kalian memang belum bisa sempurna, dan jangan lupa bersyukur hal apapun itu sama yang menciptakan”, terangnya. (Newsroom/TMG/ESW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar