Gelato, Es Krim khas Italia yang Berbeda Dengan Es Krim Biasa - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Senin, 05 Maret 2018

Gelato, Es Krim khas Italia yang Berbeda Dengan Es Krim Biasa

Reporter : Ari Septihadi
Redaktur : Jasmine Putri Larasati

Beberapa varian rasa gelato di Artsy Gelato Pastry and Tea. (AS)

Es Krim merupakan hidangan dingin yang biasanya disajikan sebagai makanan penutup. Banyak orang yang menyukai es krim karena rasanya yang manis. Belakangan ini salah satu jenis es krim yang sedang naik daun adalah gelato. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta kedai penjaja gelato terus bertambah selama satu tahun ke belakang.

Tak mau ketinggalan kedai gelato kini hadir di Cilegon. Artsy Gelato Pastry and Tea adalah kedai gelato pertama yang ada di Cilegon. Saat melihat gelato dengan berbagai varian rasa di etalase, sekilas memang terlihat seperti es krim. Namun nyatanya gelato berbeda dengan es krim pada umumnya. Krim merupakan bahan utama dalam pembuatan es krim dan dicampur dengan bahan lainnya. Sementara gelato sendiri menggunakan susu segar sebagai bahan utamanya.

“Untuk gelato sendiri menggunakan susu sebagai bahan utamanya sementara es krim mengandung lebih banyak krim dalam pembuatannya,” ujar Agnes Claresta, pemilik Artsy Gelato Pastry and Tea saat ditemui Sabtu (24/02) di kedai gelato miiliknya.

Tidak hanya itu, gelato memiliki tekstur yang lebih padat. Hal ini dikarenakan adonan gelato mengembang hingga 30 persen. Sementara adonan pada es krim dapat mengembang hingga 70 persen. Walau sama-sama disimpan pada suhu dibawah 0 derajat celcius, gelato akan terasa lebih hangat dibanding es krim saat ada di mulut.

Selain menggunakan susu segar sebagai bahan utamanya, komposisi lainnya pun merupakan bahan segar. “Kebanyakan gelato itu dibuat dari bahan-bahan segar. Yang rasa buah-buahan seperti markisa juga kita menggunakan buah asli,” terang Agnes.

Dengan menggunakan bahan-bahan yang segar, gelato menjadi lebih sehat dibanding es krim karena mengandung lebih sedikit kalori. Dilansir dari lama Forbes, dalam sajian 100 gram, gelato mengandung 90 kalori. Sementara es krim mengandung 125 kalori. Masih dalam takaran yang sama, gelato mengandung 10 gram gula sedangkan es krim 14 gram. Hal itu dikarenakan gelato mengandalkan gula yang terdapat dalam buah-buahan dan hanya menggunakan gula tambahan jika dirasa kurang. Karena itu, biasanya gelato pun tidak bertahan seawet es krim.

“Dengan tekstur yang bagus dan bahannnya masih layak konsumsi, maksimal itu satu minggu,” ujar Agnes.

Sedangkan es krim mampu bertahan lebih lama hingga berbulan-bulan bahkan tahunan. Hal ini juga merupakan salah satu alasan mengapa es krim dijual lebih murah dibandingkan gelato.

Meski gelato dapat dikatakan lebih sehat dibanding es krim, bukan berarti kita dapat mengonsumsinya secara berlebihan. Belum lagi kini para penjual gelato berinovasi dengan menyajikan berbagai varian rasa. Selain itu juga banyak varian rasa yang menggunakan makanan ringan lain seperti, cokelat, biskuit, dll.


Beda varian rasa akan menghasilkan kandungan gizi yang berbeda pula. Maka dari itu jika ingin menyantap gelato namun sedang menjaga kalori dalam tubuh, jangan pilih varian rasa yang sekirnya mengandung lebih banyak kalori. (AS/JPL/Newsroom) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar