Hanna Nadhifa Si Penulis Hidup Kedua - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 27 Maret 2018

Hanna Nadhifa Si Penulis Hidup Kedua

Reporter : Atika Yahmadillah
Redaktur : Hani Maulia



(Hanna Nadhifa dan Poster Novel Hidup Kedua Miliknya).  (Dok. Pribadi)

Karya sastra adalah penciptaan yang disampaikan kepada orang banyak tentang maksud si penulis untuk tujuan estetika. Karya sastra memiliki jenis yang beragam seperti puisi, pantun, dongeng, cerpen dan novel. Seperti Hanna Nadhifa mahasiswi jurusan Administrasi Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayas (Untirta) yang suka menulis karya sastra. Ia gemar menulis novel, pengalaman hidup, tips & trick, cerpen dan mulai belajar menulis artikel.

"Pada dasarnya aku itu suka berkhayal, makanya aku coba menuangkan apa yang ada di pikiran aku ke dalam bentuk tulisan supaya orang-orang bisa tahu apa sih yang sedang aku khayalkan. Dengan menulis semua ide-ide yang ada di otak, bisa tersalurkan dengan baik," katanya

Mahasiswi kelahiran 20 Juni 1998 ini, sudah menulis sejak kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP). You're The Star of My Life adalah judul pertama yang ia tulis di aplikasi bernama Wattpad pada tahun 2015. Menurutnya wattpad adalah pasar yang menjanjikan untuk mempublish cerita supaya dibaca oleh banyak orang, selain itu aplikasi ini gratis dan penggunanya yang semakin banyak. 

Perempuan yang mengidolakan Tere Liye ini menyukai genre romance dan spiritual dalam menulis. Dibuktikan dengan novel yang berjudul Hidup Kedua yang tengah ia garap di wattpad. Cerita itu diangkat dari pengalaman pribadi Hanna, serta sebagian dari cerita orang-orang yang mengalami koma atau mati suri. Cerita fiksi yang memuat 34 chapter ini telah dibaca oleh 47 ribu orang, padahal cerita itu sendiri belum tamat dan masih dikerjakan.

Selain menulis di wattpad, Hanna juga aktif menulis di blog miliknya. Dukungan teman-teman membuat Hanna semangat dalam menulis. Apalagi ia berencana akan mengirimkan novel Hidup Kedua ke penerbit apabila telah rampung ia selesaikan.

Bekerja di Kementrian Sosial adalah salah satu cita-cita yang Hanna inginkan. Walaupun memiliki cita-cita yang bertolak belakang dengan hobinya, ia akan tetap menulis, karena menurutnya menulis bisa dilakukan dimana pun dan kapan saja, dan ia berharap suatu saat nanti cerita yang telah ia tulis dapat dicetak dalam bentuk novel dan semakin menghasilkan lebih banyak karya lagi di kemudian hari. (AYD/HNI/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar