Hilangnya Kesadaran Masyarakat dalam Mencintai Musik Nasional - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 13 Maret 2018

Hilangnya Kesadaran Masyarakat dalam Mencintai Musik Nasional


Reporter : Ahmad Khayatun Nufus
Redaktur :  Jasmine P. L




(Sumber ilustrasi : Quickcorp.co.id)

Serang – Tepatnya Tanggal 9 Maret 2018, Indonesia memperingati Hari Musik Nasional. Penetapan tanggal Hari Musik Nasional ini mempunyai arti tersendiri. Di ketahui bahwa Tanggal 9 Maret ini merupakan hari lahirnya Pahlawan Nasional yang merupakan pencipta lagu kebangsaan yaitu Wage Rudolf Soepratman.

Penetapan Hari Musik Nasional ini ternyata sudah ada sejak Tahun 2003. Sebenarnya Indonesia memperingati Hari Musik Nasional ini untuk mengapresiasi semua musisi dan karya karya mereka yang mampu mengangkat derajat musik Indonesia secara nasional, regional, dan internasional.

”Berbicara Musik Nasional mungkin di era sekarang ini masyarakat Indonesia lebih memilih lagu-lagu popoler di bandingkan lagu Nasional  walaupun sebenarnya lagu Nasional ini adalah lagu populer, yang di namakan lagu Nasional itu sebenarnya adalah lagu - lagu yang mengajak kita untuk mencintai tanah air, seperti lagu kebangsaan, hari merdeka, bangun pemuda pemudi itu artinya supaya kita lebih semangat lagi berjuang melalui lagu", tutur Asep, pada Kamis (8/3).

Seiring berkembangnya zaman, rasa mencintai Musik Nasional kian memudar karena mayoritas masyarakat saat ini lebih menyukai Musik modern, seperti yang kita lihat masyarakat pada saat ini kemungkinan kecil untuk hapal lagu Nasional, mungkin bisa memudarkan rasa cinta masyarakat untuk cinta tahah air.

“Di zaman sekarang saya juga merasa bahwa sudah sedikit masyarakat yang mencintai lagu Nasional, saya saat SD itu di wajibkan untuk hapal lagu-lagu Nasional, kalau sekarang mungkin sudah tidak ada sekolah yang mengajarkan untuk menghapal lagu Nasional karena budaya populer mereka yang sangat tinggi. Di era yang sekarang ini lingkungan sudah kurang dengan teknologi yang modern banyak masyarakat yang lebih memilih bermain game di bandingkan mempelajari lagu Nasional karena mental mereka yang sudah pada hilang.” Ujar Asep.

"Saya berharap lagu Nasional ini selalu di ingat oleh semua masyarakat dan yang terpenting di kalangan anak-anak, saya lebih suka seharusnya acara-acara musik yang ada di TV atau di setiap ada perlombaan itu menyanyikan lagu-lagu Nasional. Supaya anak-anak tidak terpengaruh oleh lagu-lagu populer yang saat ini". Ujar Mufid selaku Mahasiswa yang menyukai Musik Nasional. 

Marilah kita sama-sama dukung lagu nasional, lagu Indonesia, demi kemajuan kita bersama. Tidak hanya di sosial media, tetapi dikehidupan nyata, dengan mendengarkan lagu Indonesia yang tentunya bisa membuat lagu Nasional ini bergairah kembali seperti dahulu. (AKN/JPL/Newsroom).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar