Ilusi Politik Jokowi Terhadap Rakyat Banten - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 20 Maret 2018

Ilusi Politik Jokowi Terhadap Rakyat Banten

Reporter : Didi Suhaedi
Redaktur : Agnes Yusuf



Aksi Aliansi Mahasiswa Banten, di Kampus UIN SMH - Banten dalam menyambut kedatangan Jokowi yang melakukan kunjungan kerja.


Serang (14/3) - Kedatangan Presiden Joko Widodo di Kota Serang - Provinsi Banten menuai protes, terkhusus dari kalangan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banten (AMB). Aksi yang dilakukan di depan kampus UIN Banten tersebut merupakan bentuk tuntutan dan mosi tidak percaya terhadap Rezim Jokowi - JK yang kian hari menunjukan sikap tidak pro terhadap rakyat, bahkan konsep Indonesia Berdikari secara ekonomi semakin jauh dari harapan.

Rezim hari ini yang menjadikan Bangsa indonesia berada di bawah cengkraman Imperialisme global, berdampak keberbagai sektor, muali dari politik upah murah (PP78) yang menindas buruh dan politik pendidikan mahal. Sudah terlihat bahwa indonesia kali ini sedang tidak baik-baik saja. 

“Ada beberapa konsep Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi-JK dan pemerintahannya selama menjabat, menjadikan sebuah Visi Misi atau janji-janji salah satunya membagikan sertifikat-sertifikat tanah, sebenarnya pembagian sertifikat tanah ini bukan solusi untuk masyarakat atau petani indonesia hari ini. Kedatangan Jokowi ke Serang pun tidak lain adalah kepentingan-kepentingan politik, melihat Jokowi adalah calon kandidat Pilpres tahun 2019 nanti” tutur Merta, mahasiswa UIN yang tergabung dalam AMB.

Merta juga menambahkan bahwa tanah yang di berikan ke petani adalah tanah yang habis masa Hak Guna Usaha nya (HGU) di pertanian itu sendiri, sehingga masyarakat petani ini tidak begitu leluasa dalam mengolah pertanian nya. Terlebih juga sertifikat ini bukan solusi bagi petani hari ini dimana petani semakin hari semakin tercekik, semakin direnggut kebutuhan nya dengan adanya sertifikat-sertifikat tersebut ajimat nawacita Jokowi akan memperluas atau mempermudah investor-investor asing masuk, terlebih di sektor pertanian.

  "Dalam Reforma Agraria Jokowi hari ini yang membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat hanyalah ilusi bagi rakyat, sebab sejatinya Reforma Agraria adalah kembalikan lahan kepada rakyat, lahan produktifitas warga harus di jaga dan lahan Negara harus benar-benar di bagikan tanahnya yang produktif kepada rakyat. Bukan tanah milik rakyat dirampas dan dijadikan investasi bagi para kapital nasional" Ujar Tobing, salah satu peserta aksi.

Aksi yang dilakukan oleh AMB ini sempat ricuh antara mahasiswa dengan aparat setempat. Para mahasiswa tidak terima terhadap tindakan aparat yang menghalangi peserta aksi untuk keluar dari pagar kampus UIN. Bersamaan dengan itu, pihak aparat menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa agar mahasiswa memukul mundur barisan. (DS/AY/NewsRoom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar