Jual Bunga Saat Perayaan Wisuda Raup Omset Jutaan - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 27 Maret 2018

Jual Bunga Saat Perayaan Wisuda Raup Omset Jutaan

Reporter : Titania Alma Meini
Redaktur : Selvi Mayasari



Dita selaku pembeli bunga saat diwawancarai di Hotel Royal Krakatau (21/03) (TAM)


CILEGON - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melaksanakan wisuda gelombang pertama yang diadakan pada hari Rabu (21/03) di Hotel Royal Krakatau Kota Cilegon. Peristiwa pelepasan mahasiswa ini ramai dihiasi dengan penjual  pernak-pernik yang menjual bunga, maupun boneka sebagai hadiah kelulusan. Jumat (23/03).
Bunga merupakan salah satu hal yang wajib dibawa saat acara wisuda, tumbuhan yang cantik ini menjadi simbol ucapan atas keberhasilan para mahasiswa meraih hasil akhir perjalanan mereka di tingkat Universitas. Perayaan ini dimanfaatkan oleh para penjual bunga untuk menjajakan barang dagangannya dengan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dari hari biasa.
Tetapi, lain halnya dengan Tata salah satu penjual bunga yang hanya memanfaatkan momen wisuda untuk menjual barang dagangannya tersebut.
“Iya saya jualan bunga saat wisuda saja, sehari-hari dirumah atau tidak di kebun, namanya juga nyari rejeki buat anak dan istri. Untuk omsetnya belum dihitung tapi kira-kira dapat 2 juta, itu juga kalau ramai ya kalau sepi kurang dari itu,” ucapnya (21/03).
Ia menjual bunga dengan harga tertinggi senilai seratus ribu rupiah per buket dan untuk harga termurah hanya dua puluh ribu rupiah. Selain itu, ia juga menjual boneka dengan kisaran harga Rp. 80.000 sampai Rp. 70.000 rupiah.
“ Saya beli dengan harga Rp. 35.000 rupiah, menurut saya harganya standar. Saya membeli bunga ini karena ingin memberikan kepada seseorang,” ujar Dita selaku pembeli. Ia berpendapat bahwa harga yang dijual tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah.
Perempuan alumni mahasiswi Untirta ini menganggap kegiatan berjualan bunga sebagai hal yang positif, namun kurang kondusif saat berjualan menjadi nilai minus kegiatan ini. Ia berharap agar kedepannya lebih baik lagi dari segi reposisi penjual yang harus sesuai dengan barang yang mereka jual. (TAM/SLV/NEWSROOM)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar