Karinding Alat Musik Pengusir Hama yang Ekonomis - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 13 Maret 2018

Karinding Alat Musik Pengusir Hama yang Ekonomis

Reporter : Alda Cahya
Redaktur : Selvi Mayasari




Yusril Izhar sedang Memainkan Alat Musik Karinding buatannya. (10/03)

SERANG – Di zaman yang serba instan seperti sekarang ini, kebanyakan para petani lebih memilih menggunakan obat pestisida untuk mengusir hama yang mengganggu pertumbuhan padi, dari mulai ditanam hingga panen nanti. Namun ternyata, ada cara lain untuk bisa mengusir hama dan binatang perusak tanaman pada proses pertumbuhan padi. Sabtu, (10/03)

Karinding, ialah alat musik yang berjenis perkusi untuk mengusir hama di sawah. Suara yang dihasilkan dengan cara di getarkan sehingga jarum bergetar kumudian di tempelkan ke mulut, sehingga rongga mulut menjadi ruang suaranya dan mengahsilkan nada yg disebut low decibel atau gelombang ultra sonik.

Biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi karinding ini sendiri sangat ekonomis. “modal awalnya hanya dengan berbahan baku sebilah pelepah aren atau bambu yg sudah di proses terlebih dahulu, bahan bakunya memiliki ukuran yg sudah matang (tua) untuk bambu, dan kategori untuk pelepah aren, bahan pelepahnya yg disebut aren saeran yg jika di kerik kulit luar arennya nampak kulit dalamnya berwarna putih atau hitam. kemudian kedua bahan itu dikeringkan dengan cara di unun (di asapi diatas tengku api) atau di keringkan dibawah asbes, seeng atau genting rumah. proses mengkeringkan mencapai waktu maksimal 9 bulan. minimalnya antara 3-6 bulan” tutur Ahmad Lamhatunnadzori selaku orang yang turut melestarikan karinding.

Namun amat disayangkan tidak semua petani menggunakan karinding untuk mengusir hama pada tanaman padi. Karena tuntutan ekonomi para petani harus bisa produksi cepat dan instant. Padahal jika semua petani diperkenalkan dengan alat musik karinding, mungkin mereka akan lebih bisa menghemat biaya untuk merawat dan menjaga tanaman padi itu sendiri.

“Bahkan bisa lebih berkualitas apabila tidak menggunakan bahan kimia seperti pestisida yang bibitnya sudah ditentukan dengan bibit yang telah disediakan oleh perusahaan” Jelas Asterlyta selaku aktivis dibidang agraria.

Pelestarian alat musik tradisional Karinding yang sudah ada sejak zaman dahulu bersamaan dengan corak produksi masyarakat indonesia yg bertani, bahkan lebih tua dari kecapi yg ada pada tahun 600 M patut di apresiasi adanya karena amat sangat mudah untuk melestarikannya hanya dengan mengkolaborasikannya dengan alat musik modern yang ada dalam semua genre.

 Irfandi Rahman, salah seorang mahasiswa Untirta mengaku, dirinya tidak tahu apabila karinding bisa mengusir hama. Karinding sendiri mungkin tidak bisa menjadi titik tumpu perekonomian sehari-hari dikarenakan peminatnya segmentatif bukan masyarakat umum. dimaksud segmentatif artinya hanya penghobi atau kolektor alat tradisional dan penyuka kebudayaan tradisi. 

Apabila tidak ada sama sekali yang mengetahui, ketika perekonomian menurun dan tidak bisa membeli obat kimia pestisida maka tidak ada yang menjadi solusi untuk menopang produksi. (ALD/SLV/NEWSROOM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar