Kebebasan Berekspresi Kaum Perempuan - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Kebebasan Berekspresi Kaum Perempuan

Reporter : Didi Suhaedi
Redaktur : Agnes Yusuf


Peringatan momentum International Women's Day Serang

SERANG - Women March adalah salah satu perayaan dari momentum  Internasional Women's Day (IWD) yang diperingati oleh negara-negara di dunia seperti German, Peru dan Amerika. Negara tersebut biasa merayakan di tanggal lima Maret. Tetapi di Indonesia sendiri, momentum ini di laksanakan pada tanggal empat Maret, sedangkan puncak perayaannya di tanggal delapan Maret. Menuju IWD,  kalangan perempuan di Serang mengikuti Women March yang diadakan oleh Barisan Perempuan Banten (BaPer Banten).
"Kami menyuarakan atas hak-hak perempuan, tidak berbicara persoalan dapur sumur dan kasur. Kami bisa mempunyai kebebasan sendiri untuk berbicara negara, kekuasaan, bahkan berbicara ekonomi politik." Tutur Caca mahasiswa Untirta, yang tergabung dalam BaPer Banten.
Di indonesia sendiri berbicara gerakan perempuan di pelopori oleh kaum wanita yaitu RA Kartini. Semangat juang Kartini untuk membebaskan kaum perempuan dari belenggu patriarki tidak sia-sia, perempuan hari ini sudah bisa memperlihatkan kebebasan berekspresi mereka, bahkan perempuan sudah bisa mengenyam pendidikan dan mendapat pekerjaan yang setara dengan kaum laki-laki.
Walaupun hari ini kaum perempuan sudah mendapatkan haknya sebagaimana dicantumkan dalam undang-undang tentang Hak Asasi Manusia, masih banyak kekerasan terhadap perempuan, salah satunya catcalling kekerasan dalam ruang publik yang tanpa kita sadari itu sudah menjadi hal biasa, apalagi ketika di dalam dunia kampus, pelecehan terjadi bukan hanya menimpah kaum perempuan saja melainkan laki-laki bisa menjadi korban. Hal itu diciptakan ketika si korban sudah mulai terancam dan ketika suasana terhimpit.
Saatnya hari ini kita sebagai mahluk yang mempunyai akal dan pikiran, bisa saling melindungi dan memberikan kebebasan antar sesama terutama kaum perempuan dari kekerasan dan bentuk perdagangan, maka sudah sepatutnya kaum perempuan hari ini bangkit dan bisa bersanding dengan kaum laki-laki dengan terus berjalan pada hak-hak sebagai perempuan. (DS/AYT/Newsroom)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar