Keliling Indonesia Lewat Menari - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Keliling Indonesia Lewat Menari

Reporter : Tanti Nurmalasari
Redaktur : Hani Maulia




 


Vianny Intan Pertiwi saat berada di acara Jambore Pemuda Indonesia 2017 di Sawah Lunto, Sumatera Barat pada November 2017. (dok. Pribadi)

Di tengah makin minimnya kiprah penari tradisonal khas Banten, gadis kelahiran Kebumen 20 tahun silam Vianny Intan Pertiwi (Vey) mengaku tak ada kata sulit baginya memadukan gerakan tangan, kaki dan kepala dengan iringan gamelan serta irama tradisional. Mahasiswi Pendidikan Fisika Untitra itu mendeskripsikan hal tersebut dengan satu kata: Seru. “Menghafal gerakan kaki, tangan, dengan diiringi lagu Sunda-sunda gitu,” celoteh Vey.
Sejak SD Vey memang suka menari. Namun, ia baru serius menggeluti tari tradisional ketika masuk SMP Negeri 1 Kota Serang karena sekolahnya terkenal dengan keseniannya dan tak lupa dorongan sang Mama agar bisa keliling Indonesia dengan menari. Kurang lebih 8 tahun ia menggeluti seni tari, prestasi dan segudang pengalaman sudah ia cicipi. Mulai dari SMP mencoba beberapa event dan pawai MTQ. Tahun 2014-2015 Vey dan rekan-rekannya mengkuti Duta Seni Pelajar di Lampung dan di Bandung. Acara event tahunan pelajar se-Jawa, Bali, Lampung dan membawa nama Banten. Lanjut duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) menjuarai tari Tatanen (tarian tani sunda) di STIKES Faletehan. Selain itu, tahun 2016 meraih juara 3 di ajang Bogor Culture Festival se-Jabodetabek. Tahun 2017 Vey bersama UKM Pandawa Untirta menampilkan tarian Rampak Bedug dan Debus asal Banten pada The 19th Convention of Teochew International Federation di ICE Indonesia.
Ditahun yang sama Vey mewakili provinsi Banten mengikuti Jambore Pemuda Indonesia di Sawahloento, Sumatera  Barat, yakni acara tahunan yang diadakan oleh Kemenpora. Event tahunan pertukaran pemuda seluruh provinsi se-Indonesia. Ada 34 pemuda pemudi berkumpul disana. Seleksinya dari Kota, Provinsi lalu ke tingkat Nasional.
Prestasi ini tentunya didukung penuh orangtua, yang dimana pesan dan nasehat terus disalurkan kepada Vey. “Orangtua mendukung penuh atas prestasi yang saya raih,”ujarnya. Vey menemukan keasyikan saat menari. Keragaman gerakan tubuh dalam setiap jenis tarian tradisional mulai dari lembut hingga dinamis membuatnya jatuh hati. Apalagi setiap jenis tari tradisional memiliki busana dan musik yang indah dan unik. “Menari itu menyenangkan, semua elemen tari adalah satu kesatuan seni yang luar biasa,ucapnya Minggu (4/3/2018). Bukan sekedar sebagai hobi, tari memberinya pelajaran hidup yang menuntun setiap langkahnya hingga kini. “Menari itu tidak gampang loh, ada kegigihan, kesabaran, kerja keras, disiplin, dan kerja tim,” tambahnya. (TNT/HNI/NEWSROOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar