Kesenjangan Persebaran Tenaga Pengajar, Apa Penyebabnya? - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Kesenjangan Persebaran Tenaga Pengajar, Apa Penyebabnya?

Reporter : Eksa Tania
Redaktur : Ulvia Fitra Aini


Yayasan Islam Tirtayasa Serang yang terdiri dari Taman Kanak-kanak dan PAUD, yang berdiri tanpa ada pengajar laki-laki.

SERANG - Taman Kanak-kanak dan PAUD adalah sarana formal untuk  bermain sekaligus belajar bagi anak-anak yang berusia sekitar 3-5 tahun. Sering dijumpai pada Taman Kanak-kanak dan PAUD tenaga pengajarnya hampir didominasi oleh perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan persebaran tenaga pengajar antara laki-laki dan perempuan dalam ranah pendidikan. (4/3)
            “Di Taman Kanak-kanak dan PAUD, kami guru perempuan dituntut untuk bisa menjalankan kedua peran (laki-laki dan perempuan) itu. Kami sebagai guru harus bisa mengatasi masalah dimana kami harus bisa berperan sebagai ayah dan ibu bagi anak-anak di sekolah ini,” Kata Nuspah, guru PAUD Yayasan Tirtayasa.
            Perbedaan cara mengajar antara laki-laki dan perempuan secara kualitas tidak ada bedanya karena mereka berangkat dengan materi, konsep, dan bahan ajar yang sama, yang membedakan yaitu sisi psikologis yang dimiliki pengajar laki-laki dan pengajar perempuan. Laki-laki cenderung mendidik secara tegas dan rasional, sedangkan perempuan melibatkan emosinya dalam mendidik.
            Yoma Hatima, Dosen FKIP Untirta mengatakan, kesenjangan persebaran tenaga pengajar antara laki-laki dan perempuan terjadi karena umumnya perempuan hanya melakukan kegiatan atau pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Didalam bidang pendidikan banyak perempuan dapat diakomodiasi ditingkat pendidikan yang rendah seperti Taman Kanak-kanak dan PAUD. Hal ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender dalam dunia pendidikan masih belum sempurna.
            “Gender itu berbicara kemampuan. Kalau wanita memiliki kemampuan lebih dibanding laki laki, maka dia layak menjadi pemimpin.” Ungkap Yoma saat diwawancarai di Gedung FKIP Untirta, Jumat (3/4). (ET/UV/NEWSROOM)
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar