Ketika Puisi Bernyanyi - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 27 Maret 2018

Ketika Puisi Bernyanyi

Reporter : Aina Aristia
Redaktur : Jasmine Putri Larasati


Panji Sakti sedang bermusikalisasi puisi. Sumber : Instagram @panji_sakti.

SERANG - Dunia seni dan sastra menyimpan kebebasan dimana semua orang berhak menginterpretasikan apa yang ada dalam hati dan pikiran, tak terkecuali dengan puisi. Bicara pasal puisi, kebanyakan orang akan mendeskripsikan puisi sebagai kumpulan kata-kata indah bermakna yang dibacakan dengan penuh penghayatan. Nyatanya tak hanya itu, puisi juga dapat dijadikan sebuah lagu atau yang disebut dengan Musikalisasi Puisi.

Menurut seorang komposer musik dan lagu di sebuah perusahaan ternama, yaitu Panji Sakti (40) mengatakan bahwa musikalisasi puisi adalah salah satu cara memahami makna puisi, yang mana puisi dibaca dengan baik dan berulang, kemudian dijadikan sebuah lagu.

Untuk jenis puisinya sendiri, tidak ada karakteristik khusus. Semua puisi berpeluang untuk dijadikan musikalisasi puisi.

Ndak ada, bebas. Puisi apapun bisa berpeluang untuk dimusikalisasi. Tetapi, musisi yang memusikalisasi punya selera sendiri pada puisi yang akan dimusikalisasi. Kalau Saya cenderung mencari puisi yang ringan tampil dengan kesederhanaan, namun memiliki kedalaman makna,” tambah pria yang sering mengunggah video musikalisasi puisinya itu di akun instagram @panji_sakti (23/3).

Puisi sendiri memiliki makna yang mendalam. Ketakutan-ketakutan akan salah persepsi pada aransemen musik yang diciptakan menimbulkan opini bahwa musikalisasi puisi itu rumit. Padahal, puisi dan musik dapat bersatu lewat sebuah kebebasan berekspresi.

“Ya, karena itu terbebani dengan makna puisi, padahal puisi yang sudah published, sudah jadi buku, dimuat di koran, majalah, televisi dan lainnya, sudah jadi milik banyak orang dan orang bebas menafsirkan arti makna puisi tersebut. Jadi saat memusikalisasinya seharusnya bebas-bebas saja menurut interpretasi pemusiknya. Kalau nantinya ‘Ooh ternyata ini arti puisinya!’ ya santai aja, aransemen musik bisa tetap berubah, yang penting hati senang, “ tanda pria asal Bandung itu. 

Selain itu, dengan adanya musikalisasi puisi dapat menjadi salah satu cara efektif agar menarik perhatian banyak orang untuk meningkatkan minat terhadap puisi. 

“Ya, karena otak manusia itu lebih mudah menerima sesuatu yang berhubungan dengan musik. Dengan lirik lirik yang sederhana dan musik yang sesuai, pesan puisi dapat dengan mudah tersampaikan kepada pendengar. Bahkan orang akan tidak menyangka bahwa puisi bisa menjadi lagu yang mereka sukai. Jadi banyak orang yang berminat untuk mendalami puisi juga,“ ucap salah satu mahasiswa jurusan Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia yang sering mendengarkan musikalisasi puisi, Khusnul Khotimah (18). (AA/JPL/Newsroom)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar