KPU Melirik Pemilih Pemuda dalam Pilkada 2018 - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Senin, 05 Maret 2018

KPU Melirik Pemilih Pemuda dalam Pilkada 2018

Reporter : Dinda Oktavika
Redaktur : Fatimatul Zahra

(Salah satu spanduk yang di pasang di pelataran Kantor KPU untuk mengajak masyarakat agar tidak melakukan golput)

Serang (25/2)- Pilkada 2018 kota Serang akan di selenggarakan pada Rabu 27 Juni 2018 mendatang.  Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 3 calon pasangan wali kota dan wakil wali kota, yang akan membangun kota Serang selama satu periode mendatang. Ketiganya yaitu Vera Nurlaela Jaman-Nurhasan, Syafrudin-Ahmad Subadri, Samsul Hidayat-Rochman. Dalam menghadapi Pilkada nanti, KPU menargetkan pencapaian suara sebesar 70%. KPU sendiri juga telah menargetkan suara dari para pemilih pemula, tapi masih banyak di antara mereka yang belum mengerti  dan kurang peduli akan pilkada ini dan kemudian lebih memilih untuk tidak memberikan hak suaranya. 
Dalam menghadapi situasi seperti itu, KPU memiliki strategi dalam menarik minat para pemilih pemula untuk menyuarakan suaranya dalam pilkada yang akan dating dengan bekerjasama dengan pihak-pihak sekolah kota Serang kemudian memberikan sosialisai terkait siapa saja kandidat yang terpilih, apa visi dan misi dari masing-masing pasangan serta bagaimana cara mencoblos yang benar.
Menurut Mahfudin selaku Pelaksana Sub. Bagian Umum antusias para pemilih pemula sudah menunjukkan peningkatan dari sebelumnya, “ Kalau tahun lalu alhamdulilah sudah lumayan walaupun tidak mencapai target tetapi sudah mencapai 68% walaupun tidak 70% ya tapi mendekatilah. Kalau di bawah 50% berarti KPU dinyatakan gagal ya dalam bersosialisasi. Mudah-mudahan sekarang meningkat lagi karena ternyata dari jumlah pemilih itu yang kurang memilih itu dari kaum perempuan dan usia lanjut”.
Mahfudin juga memaparkan tips untuk pemilih pemula untuk memilih calon yang baik yaitu dengan melihat biodata, latar belakang, pendidikan dan tentu saja visi dan misi. Wahyudin seorang siswa SMK PGRI kota Serang mengaku tertarik untuk memberikan hak suaranya di pilkada mendatang, “ Iya tertarik, karena buat kemajuan daerahnya juga, gak kaya gini-gini aja gak ada kemajuannya sama sekali dan satu suara itu kan berharga untuk kemajuan kota Serang.” Wahyudin juga mengaku untuk memilih calon pasangan dilihat dari visi dan misi yang mereka buat.

Akan tetapi beda halnya dengan Nofi Astriani salah satu Mahasiswi dari Universitas Serang Raya yang menganggap bahwa visi dan misi hanyalah sebuah pemanis di awal saja karena kalau sudah terpilih biasanya lupa dengan visi dan misinya, baginya ada hal lain yang bisa di jadikan tolak ukur selain visi dan misi untuk memilih calon pasangan walikota dan wakil walikota “Dari blusukannya bisa, dari kampanyenya bisa, visi misi jadi penyesuaian aja kalo bertolak belakang keliatan dong mereka serius atau nggaknya” Ujarnya. (DindaOktavika)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar