Kualitas Pendidikan Era Jokowi Kini - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Senin, 19 Maret 2018

Kualitas Pendidikan Era Jokowi Kini

Reporter : Gea Yustika
Redaktur : Ulvia Fitra Aini





Tenaga Pendidik yang Sedang Menjelaskan Tentang Pelajaran
Yang Sesuai Dengan Kurikulum di Sekolah Dasar. (16/3)

Serang – Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) mengusung program dalam dunia pendidikan yaitu wajib belajar 12 tahun serta kurikulum baru yakni kurikulum tahun 2013 yang sifatnya tersentralisasi yaitu pemegang kekuatan adalah pemerintah pusat. Hal tersebut sudah dijalankan sejak periode Pemerintah Jokowi dimulai.  (16/3)

Menurut dosen dibidang pendidikan, Aan Subhan Pamungkas, mengatakan terdapat perubahan-perubahan yang terjadi di dunia pendidikan dalam periode Jokowi dengan periode sebelumnya. Seperti pelaksanaan K13, dapat dikatakan tujuan perubahan kurikulum tersebut adalah meningkatkan daya saing bangsa untuk tetap mempertahankan karakter dan budaya bangsa indonesia. 

“Hal tersebut sesuai dengan nawacita presiden jokowi pada bidang pendidikan yaitu penguatan karakter, moral dan budaya sejak dini yang tentunya menjadi tanggung jawab kemdikbud dalam merumuskan tujuan pendidikan nasional yang sesuai dengan harapan nawacita presiden.” Tambah dosen yang lahir di Pandeglang ini.

Aan juga mengatakan penguatan dan pembentukan karakter bukan hal baru yang digagas melainkan melanjutkan program dari pemerintahan sebelumnya dengan kurikulum yang dikenal yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Pada perubahan kurikulum inilah penguatan karakter dievaluasi dan diperbaiki sehingga muncul istilah PPK (Pendidikan Penguatan Karakter). 

“Perkembangan yang sangat signifikan dalam perubahan kurikulum yaitu pengintegrasian TIK dalam segala ranah pendidikan, serta pola pembelajaran yang dulu teacher centered learning menjadi student centered learning.” papar Aan. 

Sependapat dengan Aan, seorang guru SDN Sukasari 7 Tangerang, yaitu Anis Sholihah mengatakan bahwa terdapat perubahan yang terlihat di ranah pendidikan pada periode Jokowi yaitu penerapan kurikulum atau K13.

“Kekurangannya yaitu kurangnya sosialisasi tentang perubahan yang terjadi sehingga sering membuat kebingungan praktisi pendidikan yang ada dilapangan namun terdapat  kelebihannya yaitu kebebasan dalam berinovasi semakin terlihat,” kata Anis.

Guru yang mengajar kelas 1 dan kelas 2 sekolah dasar, menjelaskan walaupun terdapat perubahan kurikulum, namun paradigma pola ajar di guru dan masyarakat pada umumnya belum berubah.

“Pendidikan kedepan harus mampu menyiapkan siswa – siswa Indonesia menuju generasi emas indonesia 2045. Generasi emas indonesia 2045 harus mampu berdaya saing dan tidak melupakan sejarah dan karakter bangsanya sendiri. Sehingga dengan jalur pendidikan mampu mencetak siswa EMAS (Energik, Multitalenta, Aktif, Spiritual) yang bisa mengisi era kebangkitan kedua Indonesia setelah 100 tahun merdeka,” jawab Aan ketika ditanya mengenai harapan utnuk pendidikan kedepannya. (GY/UFA/NEWSROOM)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar