Mahasiswa Uniba Masih Menjunjung Idealisme Kampus - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Mahasiswa Uniba Masih Menjunjung Idealisme Kampus


Reporter  : Andhika Firman Agung
Redaktur :  Fatimatul Zahra


                Dialog Publik yang diselenggarakan oleh FL2MI Koordinator Wilayah Banten. (Instagram: fl2mi_banten)
SERANG - Bertempat di Aula Universitas Bina Bangsa (UNIBA), Dialog Publik yang berlangsung pada hari Jumat (23/02) mendapatkan penentangan dari aliansi mahasiswa UNIBA. Diselenggakan oleh Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Koordinator Wilayah Banten, acara tersebut dihadiri oleh beberapa mahasiswa perwakilan dari 13 universitas di Provinsi Banten.
Penentangan dalam bentuk aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, disebabkan adanya dugaan bahwa acara dialog publik tersebut mengandung unsur-unsur politik.

“Sebetulnya kami tidak menentang dialog publik, tetapi kami menentang kedatangan para pejabat tersebut. Alasan kami sebagai mahasiswa tentunya kami harus menjaga nilai idealisme di kampus” tutur Yudo, salah satu mahasiswa yang terlibat aksi (04/02).

Yudo menambahkan, aksi yang mereka lakukan bertempat di depan aula dimana acara tersebut berlangsung. Aksi diisi dengan penyampaian agitasi dan membuat beberapa tulisan di spanduk.

Menurut Qonita Firdausi, ketua pelaksana dialog publik, telah terjadi kesalah pahaman antara aliansi mahasiswa dengan panitia pelaksana. Aliansi mahasiswa mengira dengan diundangnya Syafrudin selaku Calon Walikota Serang 2018, beliau akan membawa-bawa unsur politik kedalam kampus. 

“Waktu itu kita mengundang Bapak Syafrudin sebelum beliau menjadi Calon Walikota. Aku juga kaget, ternyata sebelum acara ini dilaksanakan, nomer urut walikota sudah keluar. Tapi disitu kami sudah terus melakukan komunikasi dengan Bapak Syafrudin, bahwa didalam kampus tidak boleh membawa logo partai atau menyampaikan visi misi calon” ungkap Qonita (02/02).

Dalam agenda, dialog publik tersebut akan dihadiri oleh Syafrudin selaku calon Walikota Serang 2018 dan Yandri Susanto selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pilihan (Dapil) Banten II. Namun pada saat hari pelaksanaan, hanya Yandri yang berkesampatan mengisi acara, dikarenekan Syafrudin berhalangan hadir. 

Qonita menambahkan, ia berharap mahasiswa UNIBA bukan hanya peka terhadap acara atau tokoh yang diundang untuk datang ke kampus, tetapi juga peka terhadap sistem.  Jauh lebih penting mahasiswa mengontrol lembaganya, yaitu UNIBA itu sendiri.

Walau terjadi aksi, dialog publik tetap berjalan sampai akhir dan peserta antusias dengan acara tersebut. (AFA/FZ/NEWSROOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar