Mengenal Ketua FFJ Indonesia dari Untirta - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Mengenal Ketua FFJ Indonesia dari Untirta

Reporter : Ari Maulana Putra
Redaktur : Hani Maulia



Devaldha saat mengikuti pelatihan kewirausahaan di gedung Bank DBS, Jakarta pada Juli 2017 lalu. (dok. Pribadi)

          Memiliki karir yang cemerlang pastinya itulah yang diinginkan oleh setiap orang, tidak masalah apakah ia seorang pria maupun wanita. Tidak sedikit wanita menganggap bahwa karir bukanlah hal yang utama. Tetapi, lain hal ketika melihat kondisi saat ini yang kesetaraan antara laki-laki pun telah sama.
            Devaldha Nurul Izza atau yang biasa dipanggil “Deval”, wanita kelahiran Bekasi, 12 Desember 1999. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Beliau anak dari pasangan suami istri bapak Hamzah dan ibu Ida.
            Deval merupakan wanita yang memiliki organisasi sejak tahun 2010. Saat ini, Deval aktif di organisasi “Female First Jobber Indonesia (FFJ)”. Jabatan beliau ialah Personalia and General Affair atau ketua pengelola Sumber Daya Manusia (SDM). Beliau bergabung di FFJ pada tahun 2015.
            FFJ merupakan anak dari CeweQuat yang berdiri pada tahun 2012 dengan tujuan menunjukkan potensi para perempuan melalui pendidikan dan kewirausahaan untuk mencapai kesetaraan gender dan siap bersaing di pasar global. FFJ juga merupakan anak dari salah satu perusahaan swasta yang ada di Indonesia. Program FFJ dibuka untuk perempuan di Jabodetabek dengan rentan usia 17-23 tahun, atau sedang menempuh pendidikan S1.
            “Alasan saya berkecimpung di organisasi ini awalnya hanya penasaran yang iseng-iseng mengambil formulir pendaftaran, dan ingin adanya kesetaraan atau tidak ada kesenjangan dengan laki-laki di bidang ketenagakerjaan,tutur Devaldha saat saya temui hari Kamis (1/3/2018).
            Selain menjabat sebagai ketua pengelola di FFJ, beliau juga seorang mahasiswa semester 4 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa jurusan Ilmu Komunikasi. Di kampus ia juga aktif dalam mengikuti organisasi, contohnya ia anggota dari UKM Radio kampus yaitu Tirta FM. Selain anggota Tirta FM, ia juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
            Hal yang ia dapat ketika mengikuti FFJ sangat banyak, dari mendapatkan teman baru hingga pengalaman. “Yang saya dapat setelah mengikuti ini saya bisa meng-empower perempuan Indonesia untuk mempersiapkan mereka tidak hanya kompeten secara akademis, tapi bisa menjadi individu yang berkualitas dalam hidup dan dunia kerja mereka,ujar Devaldha.
            Di FFJ, ia juga mendapat penghasilan dari seminar-seminar yang tidak mengeluarkan biaya sama sekali dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan ternama yang ada di Indonesia. “Saya juga mendapatkan benefit yaitu pelatihan asah mental, wide network, dan surat rekomendasi pekerjaan dari perusahaan besar, katanya.
            Beliau juga membentuk suatu organisasi perempuan yang bernama Lingkar Perempuan. “Cara saya mengimplementasikan FFJ ini dengan memiliki pemikiran perempuan untuk mau bersaing dengan rasa takutnya itu sendiri. Dan itulah sebabnya saya membentuk Lingkar Perempuan walau saat ini masih berbentuk platform digita, ungkapnya.
            “Saya memiliki satu pesan untuk seluruh perempuan yang ada di dunia ini bahwa kita mampu bersaing di luar tanpa harus melihat gender dan jangan takut untuk mengawali hal yang baru,ujar Devaldha. (AMPA/HNI/NEWSROOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar