Mengenal Perguruan Silat Merpati Putih Untirta - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Senin, 19 Maret 2018

Mengenal Perguruan Silat Merpati Putih Untirta

Reporter : Bayu Pratama
Redaktur : Tiara Dwi Ristanti




Anggota UKM Merpati Putih Untirta saat melakukan kenaikan pangkat di Anyer, Banten. (Foto: Dok. Pribadi)

SERANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa terdiri dari banyak bidang kegiatan sebagai sarana mengembangkan kreativitas mahasiswa, salah satunya yaitu UKM Ikatan Keluarga Bela diri (Ikabe). Pada Ikabe itu sendiri terbagi lagi menjadi beberapa aliran bela diri, seperti yang satu ini yaitu perguruan silat Merpati Putih. 

Merpati Putih adalah sebuah perguruan tangan kosong, dimana fokus utama dari perguruan tinggi ini adalah tenaga dalam (getaran). Merpati Putih Untirta terbentuk sejak tahun 2002. Berdiri bersama Tapak Suci, Kempo, juga Merpati Putih berhasil membentuk UKM IKABE pada tahun 2005. Saat ini, Ikabe menaungi empat cabang bela diri yang terdiri dari Merpati Putih, Tapak Suci, Shorinji Kempo, dan Bandung Karate Club. 

Ismaul Ikhsan, seorang pelatih Merpati Putih Untirta yang juga alumni Teknik Sipil Untirta menjadi panutan bagi salah satu perguruan silat yang beranggotakan 40 mahasiswa. Adapun tingkatan yang terdapat di Merpati Putih, antara lain d1 (sabuk putih), dasar 2 (strip merah disabuk), orange (bet mp disabuk), balik 2 (strip merah disabuk), balik 1 (bet mp disabuk), balik 2 (strip merah disabuk), orange khusus 1 (strip orange).  

Latihan Silat Merpati Putih dilakukan setiap hari dengan porsi latihan yang berbeda setiap harinya. Senin, Rabu, dan Jumat adalah latihan untuk keatlitan khusus anggota yang akan turun tanding. Selasa dan Kamis, jadwal latihan khusus membahas materi-materi perguruan mulai dari gerak dasar sampai power. Dan Minggu untuk getaran khusus bagi anggota yang tingkatannya sudah D2 keatas.
Salah satu atlet Merpati Putih, Nurhayati mengungkapkan bahwa banyak tantangan menjadi seorang atlet silat. Ia juga menyatakan bahwa lawan terberat ialah diri sendiri. 

“Tantangan jadi atlet itu harus banget pinter mengatur waktu, antara silat sama kuliah ga boleh jomplang. Terus pola makan harus dijaga, ga boleh asal makan nanti mempengaruhi kondisi fisik. Satu lagi pola tidur juga karena atlet itu ga boleh yang namanya begadang”, ungkap Nurhayati.

Perguruan silat yang sudah berusia belasan tahun ini, tak sedikit prestasi yang telah diraih oleh Merpati Putih Untirta. Antara lain ialah Juara 3 kelas C Putra Kejurnas Universitas Brawijaya, Juara 3 kelas F Putri Kejurnas Universitas Brawijaya, Juara Umum Kejuaraan antar Kolat. Pada tahun 2018 ini Merpati Putih akan mengikuti kejuaraan UNJ Open, Kejurlat di UNS, Kejurlat Cabang Serang, dan Kejurlat Provinsi Banten. (BAY/ARA/NEWSROOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar