Mengulik Tentang Kerasnya Musik Metal - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Senin, 19 Maret 2018

Mengulik Tentang Kerasnya Musik Metal

Reporter : Ari Maulana Putra
Redaktur : Hani Maulia




Gilang ketika menghadiri Hammersonic Jakarta International Metal Festival di Eco Park Ancol pada tahun 2013 (dok.pribadi)

          Musik metal pada era sekarang lebih populer atau lebih dikenal oleh kalangan anak muda yang hanya dapat menikmati alunan tanpa mengetahui arti metal yang sebenarnya. Musik metal sebenarnya lahir dari rock n roll, roots dari musik metal dan juga punk. Genre pertama yang lahir dari musik metal, yaitu heavy metal dari tahun 1970-an.

            Gilang Andaruseto Prabowo, pria kelahiran 18 Desember 21 tahun silam ini merupakan pencinta musik keras atau biasa disebut metal. Gilang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Ia menngaku awalnya mendengar musik metal dari sang ayah yang mengenalkan band The Beatles.

            “Sekitar tahun 2004 ayah saya ngenalin Black Sabbath yang album master of reality,” ujar Gilang. Selain menyukai musik metal, ia pun mahir memainkan alat musik gitar. Dibuktikannya dengan ia memiliki group band bernama Anti Bomb yang biasa latihan di studio musik yang ada di Kota Serang. “Band saya sendiri memilliki genre metal dengan nuansa Crust Punk,  walaupun sejujurnya saya butuh sound yang kotor, tua, dan grimness.” tambah Gilang.

            Arti dari lirik musik metal sebenarnya luas, contohnya seperti mengkritisi akan permasalahan yang ada di ruang hidup manusia, entah masalah politik, agama, pengingkaran, bahkan tentang alam. Gilang pun mengurutkan band metal yang ia suka, mulai dari Sepulture, Venom,Ttoxic Holocaust, Nuclear Assault, dan Skitsystem.

            Gilang mengaku mendapatkan benefit dari musik yang ia suka ini. Ia dapat menyuarakan amarahnya baik terhadap tuhan maupun hambanya. “Hidup itu kebohongan sih, kita cuman di desain untuk mati, untuk bersaing, bunuh-bunuhan dan saling memperbudak,” tutur Gilang. Cara memgembangkan musik metal menurut Gilang itu sulit, karena ia bermain musik dengan sesuka hatinya dan memiliki kesan egois. (AMP/HNI/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar