Mulok, Bahasa Jawa Serang Masuk Kurikulum - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Senin, 05 Maret 2018

Mulok, Bahasa Jawa Serang Masuk Kurikulum

Reporter : Eksa Tania
Redaktur : Ulvia Fitra Aini



SERANG - Bahasa Jawa Serang menjadi bagian dari muatan lokal kurikulum 2013 di Sekolah Dasar di Kabupaten dan Kota Serang. Hal ini merupakan upaya untuk melestarikan bahasa daerah di Kota Serang ini. Sebelumnya, muatan lokal di Sekolah Dasar Kabupaten dan Kota Serang adalah bahasa Sunda. Namun setelah Banten berdiri sebagai provinsi sendiri, terdapat wacana untuk memasukkan bahasa Jawa Serang  sebagai muatan lokal di Sekolah Dasar, dan baru terealisasi pada tahun 2015 lalu.(21/2)
“Dengan dimasukkannya bahasa Jawa Serang ke dalam muatan lokal, anak akan diperkenalkan dengan bahasa dan kebudayaan daerahnya. Ini akan membuka wawasan dan pengetahuan mengenai daerahnya,” kata Suwandi, pengajar muatan lokal bahasa Jawa Serang di Kota Serang.
Namun terdapat beberapa tantangan dalam proses pengajarannya, antara lain yaitu pembelajaran yang ekstra. Menurut Suwandi, anak-anak kesulitan untuk menyerap dan memahami bahasa Jawa Serang dalam pembelajarannya. Hal ini dikarenakan anak-anak terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam praktik sehari-hari. Untuk menarik minat anak-anak terhadap muatan lokal Bahasa Jawa Serang, Suwandi menggunakan metode belajar yang menarik seperti bermain game menggunakan bahasa Jawa Serang.
Sementara itu, dalam proses pembelajaran bahasa Jawa Serang mengacu pada buku yang disediakan oleh dinas pendidikan. Di dalam buku itu terdapat beberapa bab yang setiap bab nya mempunyai tema tertentu. Anak-anak juga mempelajari aksara Jawa Serang yang dikenal dengan aksara pegon.
“Aksara pegon atau aksara jawi adalah aksara Arab yang berbahasa lokal. Aksara jawi dikenal bahkan hingga ke Malaysia,” kata Yadi Ahyadi, pengolah data Bantenologi.
Menurut Yadi Ahyadi, Bantenologi akan mengkaji dan menelusuri kosa kata bahasa Jawa Serang yang digunakan pada masa lampau dan masa sekarang untuk dicari persamaan artinya. Menurutnya, relevansi antara bahasa Jawa Serang yang dulu dan yang sekarang sudah 80% berbeda. Berdasarkan pengkajian dan penelitian tersebut, Bantenologi akan membukukan kamus Bahasa Jawa Banten yang rencananya akan selesai tahun depan. Kamus Bahasa Jawa Banten ini ditulis untuk menyempurnakan kamus sebelumnya yang disusun oleh A. Mudjahid Chudari. Kamus tersebut akan menjadi acuan bagi siswa untuk mempelajari bahasa Jawa Serang.
“Kalau kamusnya tidak ada, interpretasi siswa akan beda karena banyak masyarakat yang sudah tidak mengajarkan bahasa Jawa serang,” ungkap Yadi. (EA/ULV/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar