Musik Dapat Meningkatkan Konsentrasi, Benarkah? - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 13 Maret 2018

Musik Dapat Meningkatkan Konsentrasi, Benarkah?

Reporter :Eksa Tania





Hari musik nasional diperingati setiap tanggal 9 Maret. Musik memiliki pengaruh terhadap konsentrasi proses belajar individu. (source: google.com)

SERANG – Hari musik nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Maret ini bertepatan dengan lahirnya Wage R. Supratman, seorang pencipta lagu Indonesia Raya. Didalam dunia pendidikan, musik berperan signifikan dalam pencapaian prestasi. Musik dapat meningkatkan konsentrasi, kreativitas dan keseriusan individu dalam belajar.

 Musik berfungsi untuk memunculkan pikiran bawah sadar sehingga masalah-masalah yang sulit dapat terpecahkan.  Selain itu musik dapat membangun sel-sel dalam otak sehingga seseorang dapat berimajinasi dan menguapkan ide cemerlangnya ke dalam sebuah kesadaran yang kemudian diungkapkan melalui pemikirannya. 

Kebiasaan ini tentunya tidak berlaku bagi semua individu. Terdapat individu yang dengan mendengarkan musik terasa lebih relax dan menenangkan. Namun, ada juga individu yang jika mendengarkan musik saat belajar merasa bosan dan melelahkan.

“Saya tidak suka belajar sambil mendengarkan musil. Karena akan mematahkan konsentrasi saya terhadap apa yang sedang saya pahami” kata Alinda, seorang mahasiswa Untirta.

Sementara Dawam Muzakki menyatakan bahwa dirinya mengaku gemar mendengarkan musik saat belajar, karena hal ini membuatnya santai dalam proses penyerapan materi yang dipelajari. 
 
Sebagian orang berpendapat bahwa musik akan menganggu konsentrasi yang telah ia bangun. Sebagian orang yang lain sangat setuju bahwa musik akan menumbuhkan konsentrasinya saat belajar. Hal ini bergantung pada kepribadian individu yang menggunakannya.

“Musik itu sebuah irama yang bisa menyalurkan isi hati kita dan mengungkapkan perasaan. Tetapi kalau terlalu terlena dengan musik dalam pembelajaran akan menganggu proses belajar juga. Jadi balik lagi tergantung bagaimana individu yang menggunakannya.” Ujar ketua UKM Klasik Untirta.
             (ET/UF/NEWSROOM)

*) Tulisan ini tidak melalui proses pengeditan, karena tulisan kurang berkembang 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar