Olahraga bocce Khusus Down Syndrom - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 27 Maret 2018

Olahraga bocce Khusus Down Syndrom

Reporter : Galuh Latifa Dea
Redaktur : Tiara Dwi Ristanti



   
Siswi tunagrahita yang sedang melakukan olahraga bocce. (foto: sketsanews.com/)

Ada beberapa latihan fisik yang dikhususkan untuk penyandang tunagrahita, salah satunya olahraga bocce. Olahraga bocce dapat meningkatkan perkembangan, motorik dan konsentrasi. Olahraga ini tidak hanya untuk melatih fisik saja, tapi bisa juga menjadi wadah untuk meraih prestasi.

Bocce adalah olahraga rekreasi yang dimainkan dua regu dengan tiga hingga empat orang anggota. Selain itu, olahraga ini bisa dikombinasikan dengan berbagai permainan menarik lainnya.

Untuk melatih penyandang tunagrahita membutuhkan konsentrasi dan kesabaran, karena membutuhkan waktu yang cukup lama. Awal pengajarannya sendiri pelatih mengajarkan pemegangan bola secara bertahap dari bola kecil hingga besar.

"Untuk anak kecil seperti anak SD kelas satu yang saya ajarkan belum bisa, melempar bola juga belum begitu bisa. Mereka sudah mulai bisa fokus sekitar kelas tiga dan empat. Walaupun sudah bisa tapi lemparannya belum terlalu keras", imbuh Evi Gustiani, Pelatih Olahraga Bocce di SKH Negeri 01 Kota Serang.

Tidak mau kalah, tunagrahita pun bisa meraih prestasi. Di samping itu juga dapat melatih fisik, perkembaangan gerak motorik, sosialisasi dan konsentrasi. Dalam menghadapi suatu perlombaan, persiapan dilakukan dari jauh hari dengan porsi latihan selama satu setengah jam pada saat jam pelajaran olahraga, jam kosong atau sepulang sekolah. 

Evi selaku pelatih olahraga bocce sangat senang bahwa anak didiknya sudah bisa mencapai ke lomba tingkat nasional, meskipun di tingkat nasional harus mengalami kegagalan. Evi juga merasa bangga terhadap anak didiknya, karena dia juga belum tentu bisa memainkan permainan tersebut hingga ke tingkat nasional.

Selain itu, Wahyu Zikriyanto, guru SKH Negeri 01 Kota Serang mengungkapkan harapan kepada anak didiknya.

"Harapan saya pertama, untuk anak-anak ini mungkin bisa diterima ya di masyarakat, bisa bersosialisasi dengan masyarakat, terutama bisa mandiri agar tidak bergantung dengan orangtua. Kedua, untuk pemeritah mungkin menyiapkan lapangan pekerjaan kepada mereka," ujar Wahyu. (GLD/ARA/Newsroom)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar