Pendidikan Karakter Harus Digalakkan - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Senin, 19 Maret 2018

Pendidikan Karakter Harus Digalakkan

Reporter : Eksa Tania Putri



                                                                                                         

Pendidikan karakter mulai digalakkan sejak ditandatangani PeraturanPresiden nomor 87 Tahun 2017 oleh Presiden Joko Widodo. (ideparokie.com)

Serang – Sejak Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), pendidikan karakter di lingkungan sekolah mulai digalakkan.
            Tidak hanya di lingkungan sekolah, pendidikan karakter sangat perlu diajarkan di lingkungan rumah melalui orang tua. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menciptakan anak yang berkarakter sesuai dengan identitas bangsa.
”Saya meminta kerja sama dengan orang tua murid dalam mengasuh anak untuk melibatkan nilai-nilai pendidikan karakter. Nilai-nilai tersebut antara lain kejujuran, kesopanan, keagamaan, saling menghargai, serta cinta tanah air” tutur Suwandi, salah satu guru Sekolah Dasar di Serang (17/3).
Menurutnya, pendidikan karakter tidak akan berhasil jika hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Untuk mewujudkan keberhasilan pendidikan karakter pada murid, kerja sama antara guru dan orang tua sangat diperlukan.
Yoma Hatima, dosen FKIP Untirta, mengatakan bahwa pendidikan karakter bertujuan untuk menguatkan identitas bangsa pada diri sang anak. Selain itu, pendidikan karakter menjadi fondasi bagi anak-anak agar tidak mudah terinvensi oleh budaya luar. Sedangkan bentuk realisasinya dituangkan kedalam ekstrakurikuler seperti pramuka, paskibra, dan OSIS.
            Penguatan nilai pendidikan karakter pada anak sangat diperlukan di era globalisasi ini. Pendidikan karakter sebagai benteng untuk melindungi diri dari pengaruh buruk yang ditawarkan budaya luar.
“Pendidikan karakter di negeri ini masih buruk, guru serta orang tua sebagai tenaga pendidik, mari kita perbaiki bersama,” tutup Suwandi saat diwawancarai pada Sabtu (17/3).
(ET/UF/NEWSROOM)
*) Tulisan ini tidak melalui proses pengeditan oleh redaktur, karena kekurangan data

Tidak ada komentar:

Posting Komentar