Pendidikan Musik di Sekolah Dasar Perlu Ditingkatkan - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 13 Maret 2018

Pendidikan Musik di Sekolah Dasar Perlu Ditingkatkan

Reporter : Siti Nurdyanah
Redaktur : Ulvia Fitra A.



Siswa siswi sekolah dasar memainkan alat musik instrumen berupa recorder. Sumber : tzuchi.or.id. (10/3)

SERANG-Tanggal 9 Maret merupakan peringatan Hari Musik Nasional. Peringatan ini disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013. Musik telah diajarkan kepada kita secara formal sejak kita usia 6 tahun (Sekolah Dasar) hingga usia 18 tahun (Sekolah Menengah Atas). Pada pendidikan musik di tingkat Sekolah Dasar banyak mempelajari teori-teori musik, tangga nada, menyanyi, mempelajari alat musik instrumen seperti pianika dan recorder.(10/3)

Namun pendidikan musik tidak diajarkan seluruhnya di Sekolah Dasar, karena pelajaran mengenai musik menjadi satu dengan pelajaran Seni Budaya & Keterampilan (SBK). Hal tersebut membuat pendidikan musik kurang diajarkan secara optimal di tingkat sekolah dasar.

“Kalau di SD, musik itu masuk di pelajaran SBK dan modelnya rombongan. Kemudian kalau perlu diketahui SBK itu kurikulumnya 4 jam. 4 jam itu terdiri bisa seni tari, seni musik, drama dan seni keterampilan. Kebetulan di SD  mah ya hanya teori, praktiknya mah hanya sebagian saja” ujar Asri Sudiriyanti (55) selaku Guru Seni Budaya dan Keterampilan di SDN Sukasari 5 Tangerang.

Asri Sudiriyanti pun menjelaskan bahwa pendidikan musik di Sekolah Dasar perlu ditingkatkan lagi, diterpa, kemudian dikembangkan kurikulum yang mengatur pendidikan musik agar pendidikan musik di Sekolah Dasar tidak hanya ada teori saja tetapi lebih banyak praktik mempelajari musik.

Perlu diketahui bahwa musik berperan sangat penting terhadap jiwa seseorang terutama terhadap anak-anak pada usia sekolah dasar. Di dalam studi psikologi pentingnya untuk anak sekolah dasar yaitu agar anak memusatkan perhatian, melatih kemampuan verbal mereka dan meningkatkan kreativitas anak.

Namun pendidikan musik di sekolah dasar masih kurang dikembangkan karena dengan alasan kurangnya tenaga pendidik dari ahli musiknya itu sendiri juga sarananya berupa alat musik.

“Kan guru di SD juga tidak ada guru khusus untuk mengajari musik. Tapi sebisanya dan seadanya untuk di Sekolah Dasar, khususnya di sini ya diserahkan ke guru kelas masing-masing yang memang punya tidak kemampuan untuk mengajarkan musiknya” jelas Agus Budiman (52) selaku Wakil Kepala Sekolah di SDN Sukasari 5 Tangerang.

Selain itu, Agus Budiman juga mengharapkan selain adanya pendidikan musik yang tersedia di kurikulum untuk sekolah dasar, perlu adanya bantuan berupa alat musik yang dapat dikirim ke sekolah-sekolah, mengembangkan kurikulum agar musik lebih banyak praktik dan menyediakan guru-guru yang ahli di bidang musik.

Maka dari itu, pendidikan musik di sekolah dasar perlu ditingkatkan dalam hal dukungan moril dan materil mengingat pentingnya musik itu sendiri terhadap anak. Dengan mempelajari musik juga anak dapat lebih meningkatkan apresiasi mereka terhadap musik nasional. (SN/UFA/NEWSROOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar