Pentingnya Berpuisi Bagi Mahasiswa - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 27 Maret 2018

Pentingnya Berpuisi Bagi Mahasiswa

Reporter : Jihan Chadijah
Redaktur : Agnes Yusuf


Pembacaan Puisi oleh HMJ PBSI dalam rangka memperingati Hari Puisi Internasional di Kampus C Untirta (21/03)
Dok: Salma Nurul Amalia

SERANG – Tanggal 21 Maret ditetapkan oleh UNESCO sebagai Hari Puisi Internasional yang bertujuan untuk mendukung keragaman linguistik serta menjaga nilai-nilai bahasa agar tidak punah. Puisi dipercayai oleh para ahli pemikiran dunia sebagai sarana untuk mendamaikan dunia.  Alasan lain mengapa ditetapkan Hari Puisi Internasional karena peran dari seorang penyair di negara-negara besar yang menjadikan setiap negara mempunyai bahasa yang digunakan sampai sekarang, seperti contoh Chairil Anwar yang muncul dengan karya-karya Bahasa Indonesia yang digunakan sampai saat ini ditengah maraknya penggunaan Bahasa Melayu. Karena jasanya yang besar kepenyairan itu diperingatilah di tingkat dunia agar masing-masing negara punya kesadaran, tanpa penyair kita tidak punya bahasa. Perlu diketahui yang salalu mematangkan bahasa setiap negara adalah para penyairnya.

Puisi tanpa disadari sekarang ini hampir setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat luas “Tanpa sadar semua orang berhubungan setiap hari dengan puisi, lagu ‘Surat Cinta Untuk Starla’ itu semuanya puisi kalau kita lihat liriknya itu puisi loh.” menurut penuturan Arip Senjaya (39) Dosen PBSI Untirta ketika ditemui di Kampus C Untirta Jumat (23/3). Arip menambahkan bahwa puisi itu menguasai sanubari dan orang lebih mengingat kalimat yang puitis dibandingkan kalimat biasa. 

Puisi dikalangan mahasiswa memang sering digunakan,ketika mahasiswa mempunyai kata-kata indah yang kemudian dijadikannya status dalam media sosial mereka itu merupakan ungkapan puitis. Tidak ada yang bisa menghindari puisi, namun Dwi Putri (21) mahasiswi jurusan Ekonomi Syariah mengaku tidak mengetahui akan adanya Hari Puisi Internasional. 

Berbeda halnya dengan Salma Nurul (20) mahasiswi ini ikut memperingati Hari Puisi Internasional “Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, memperingati Hari Puisi Internasional dengan baca puisi bersama di kampus C dan mendapat sertifikat untuk 50 pendatang tercepat, dari dosen jurusan PBSI sendiri, Duta Untirta, dan berbagai jurusan lain ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.” Bahkan mahasiswi jurusan PBSI ini masih gemar membaca puisi-puisi karya Sapardji Djoko Damono.

Bagi mahasiswa berpuisi sangatlah penting mahasiswa itu harus menguasai kalimat, menguasai kata-kata dalam Bahasa Indonesia khususnya, caranya dengan mengeksplorasi kata-kata itu sehingga mendapatkan kata yang berbeda. Kalau mahasiswa mampu membuat kalimat-kalimat yang puitis itu artinya dia mampu membuat kerja otaknya tambah cerdas. Jadi mahasiswa penting menguasai puisi dalam rangka melatih kecerdasan akalnya karena bahasa itu pintu termudah untuk memasuki sesuatu yang berbeda. “Mungkin kita tidak pernah bisa memasuki Bulan, mungkin tidak pernah bisa mendarat di Mars tapi dalam kata-kata kita bisa membuktikan itu.” tutup Arip Senjaya.
(JCH/AY/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar