Perjalanan Mulyati, Perempuan Pencinta Alam - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Perjalanan Mulyati, Perempuan Pencinta Alam

Reporter : Abdul Ghani Tawadhi
Redaktur : Hani Maulia


  
Mulyati (kanan) berpose di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) B, Untirta, Serang, setelah wawancara pada Jumat (2/3/2018).
Pada hari Jumat itu sekitar pukul 14.30 WIB, saya menuju ke Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Mapalaut) yang terdapat di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) B, Kampus A Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Bermaksud untuk bertemu dengan seorang wanita yang senang terdahap alam dan sekitar lingkungan. Dia adalah Mulyati, seorang perempuan berusia 20 tahun yang memiliki banyak pengalaman tentang kehidupan alam dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Menjabat sebagai seorang Ketua Umum dari UKM Mapalaut yang berhasil saya temui pada saat itu.
Sejak tahun 2015 saat masih duduk di bangku kelas tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) dia sangat tertarik mengikuti ekstrakulikuler pencinta alam. Mulai saat itu dia menyukai alam dan sekitar lingkungan seperti halnya kebersihan pada lingkungan. Pengabdiannya pada ekstrakulikuler pencinta alam pada masa SMA membentuk hobinya  dan hingga sekarang dia sangat menekuni kegiatan pencinta alam karena sudah mengetahui arti dari “menjaga alam” itu seperti apa.
Menginjak bangku perkuliahan di Untirta, hobinya sebagai pencinta alam ia lanjutkan di UKM Mapalaut yang berawal dari informasi yang diberikan seorang senior terhadapmya tentang unit kegiatan mahasiswa tersebut. Perempuan itu kelahiran tahun 1997, dia bercerita tentang perjalanannya saat mengikuti ekstrakulikuler pencinta alam.
“Jadi pada saat itu saya mengikuti ekstrakulikuler pencinta alam dan mencoba ingin mengetahui kegiatan ekstrakulikuler tersebut. Saya pun mengikuti kegiatan-kegiatan seperti anggota lainnya dengan baik. Seiring berjalannya kegiatan, saya pun sudah merasakan arti dari kehidupan untuk menjaga alam juga mengetahui manfaat dari menjaga alam itu seperti apa. Banyak pengalaman yang saya belum rasakan selama hidup saya seperti merawat alam, menjaga lingkungan sekitar, dan saling membantu jika terjadi musibah contohnya tanah longsor, banjir, dan gempa bumi,katanya bercerita.
Banyak kegiatan di UKM Mapalaut yang ia tempuh, mulai dari Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), berurutan menempuah gelar anggota setiap tahunnya yaitu anggota muda, anggota biasa, sampai menjadi anggota kepengurusan ia lalui. “Saya tidak pernah mempunyai niatan untuk keluar dari UKM Mapalaut walaupun kegiatan-kegiatannya menurut saya berat akan tetapi saya hanya merasakan kecapean saja,” ujarnya.
Setiap weekend atau hari libur dia mengikuti program-program kegiatan UKM Mapalaut seperti naik gunung, kajian, dan membahas materi-materi yang belum pernah disampaikan. Banyak pengalaman yang dia alami seperti naik gunung Ciremai, Raja Basah, Pulosari, Asepan, tidak hanya naik gunung saja kegiatan yang ia ikuti juga kegiatan membantu masyarakat yang sedang terkena musibah seperti bencana banjir, longsor, dan gempa bumi. Bahkan ia juga sempat mengikuti program Para Petualangan Cantik (PPC) Trans7 saat event pendakian gunung dalam rangka HUT RI ke-71.
Hingga sekarang dia terkenal sebagai Ketua Umum UKM Mapalaut, banyak sudah pengalaman yang ia lalui bersama organisasi yang dipimpinnya. “Tidak mudah untuk menjadi seorang ketua, ada beberapa tahap yang perlu dilewati seperti sidang pemahaman materi, mengikuti kegiatan dengan baik, tegas. Saya sebenarnya tidak ingin menjadi ketua karena tanggungjawabnya sangat besar terhadap anggota-anggotanya akan tetapi dengan lewat voting, nasib pun berbeda, banyak yang memilih saya dan mempercayai saya sebagai ketua yang baru dan mempunyai kepercayaan besar walaupun saya wanita, saya siap untuk menjalani sebagai ketua,ujarnya.
Dengan memperingati semangat “International Womens Day”, dia berpesan kepada wanita-wanita di luar sana: “Ayo tunjukan kalau perempuan juga bisa melebihi para lelaki dan bisa menjadi seorang pemimpin, banggalah dengan diri kita sendiri sebagai wanita berkarir untuk masa depan,” katanya berharap terhadap wanita yang belum sadar akan kemampuannya. (AGT/HNI/NEWSROOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar