Perjuangan Driver Go-Jek Wanita untuk Menafkahi Anaknya - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Perjuangan Driver Go-Jek Wanita untuk Menafkahi Anaknya

Reporter  : Ahmad Khayatun Nufus
Redaktur : Jasmine Putri Larasati





Serang - Sebagai salah satu kota yang terletak di Provinsi Banten saat ini marak membahas fenomena Go-jek yang pada awalnya ojek hanya bisa didapatkan pada pos-pos tertentu saja, kini bisa membentuk sebuah jaringan terintegrasi yang melayani masyarakat dengan cepat. Tentu saja gojek mampu mendapatkan banyak pelanggan dengan sangat cepat.
Pelanggan jasa Go-jek ini pada umumnya berasal dari berbagai kalangan mulai dari pembisnis, pengusaha, ibu rumah tangga dan pelajar. Para pelanggan ini rela mengeluarkan uang yang lebih tinggi dari harga ojek pada umumnya di karenakan pelayanan yang sangat memuaskan. Dengan memaksimalkan teknologi dan pelayanan pelanggan melalui sebuah aplikasi, Go-jek saat ini sudah menjadi jalan alternative untuk masyarakat.
”Banyak pengalaman yang saya dapatkan saat saya menjadi driver Go-jek ini terutama pada saat saya telah selesai mengantar pelanggan dan pelanggan tersebut memberikan komentar yang jelek kepada saya, dan yang lebih sakit hatinya ada pelanggan yang meminta saya untuk mengantarkan makanan ke lokasi yang dia berikan kepada saya, pada saat saya sudah memesan makanan yang dia inginkan pelanggan tersebut membatalkannya begitu saja.” Tutur Fitri driver go-jek wanita, pada Jumat (02/3).
Kebutuhan para konsumen yakni jasa pengantarnya orang dan jasa untuk mengantar barang yang murah, aman dan cepat fakta yang sangat menarik dari go-jek itu menjadi kenyataan bahwa memang usaha go-jek ini berkembang begitu cepat.
”Dalam waktu sehari dari pukul 8 pagi sampai jam 7 malam, saya bisa mendapatkan 20 poin itu hasil dari go-food dan go-red hitungannya jika ada pelanggan go-food saya mendapatkan 2 poin dan go-red 1 poin. Jika di jadikan uang itu kisaran 50 ribu. Untuk penghasilan perhari tidak menentu kadang kalau lagi rame bisa dapet lebih dan kalau lagi sepi wayahnya kita nikmati saja.” Ujar Fitri
Lika-liku menjadi pengendara Go-jek wanita belum usai bagi Fitri. Kali ini dia dihadapkan dengan ojek pangkalan, yang sering di sebut dengan’opang’. Masalahnya tak lain adalah berebut penumpang.
“Waktu saya lagi nongkrong di sebuah Indomaret, digebrak meja saya sama opang sampai saya kaget. Tapi kalau saya nyerah, gimana dengan anak saya. Sampai saat ini saya masih bertahan itu karena anak saya dan saya tidak takut, sebab saya punya tanggung jawab”, tegas Fitri. (AKN/JPL/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar