Persita dan Nasib Stadion Benteng - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Senin, 05 Maret 2018

Persita dan Nasib Stadion Benteng

Reporter : Atika Yahmadillah
Redaktur : Tiara Dwi Ristanti




Keadaan terkini stadion sepak bola Benteng yang berada di samping kawasan pusat pemerintahan Kota Tangerang. (Foto: Dokumentasi Pribadi).


Minggu (25/2) Persita adalah salah satu klub sepakbola yang dimiliki Tangerang. Berdiri pada tahun 1953, Persita belum memiliki stadion untuk latihan serta untuk mengikuti pertandingan resmi. Pada tahun 1983, Bupati Tangerang H. Tadjus Sobirin memberikan hadiah berupa stadion, karena persita berhasil lolos dalam divisi utama. Stadion yang dulunya hanya berupa lapangan serta gundukan tanah besar yang difungsikan sebagai tempat duduk oleh penonton itu, kemudian dibangun dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat H.R Moh Yogie tahun 1990.

Stadion Benteng memiliki luas 44.000 meter dan dikelola oleh pemerintah daerah Kabupaten Tangerang. Stadion itu pernah digunakan oleh berbagai klub, seperti Persita, Persikota, dan Timnas baik untuk pertandingan resmi maupun uji coba. Namun, pada tahun 2010 stadion ini diberhentikan, karena dianggap tidak layak untuk menggelar pertandingan resmi oleh PT. Liga Indonesia. Sehingga dari tahun 2010 hingga saat ini, Stadion Benteng hanya digunakan untuk latihan klub persita ataupun tim junior lainnya.

"Sejak tahun 2010, stadion tidak boleh digunakan lagi untuk pertandingan resmi, karena keadaan lapangan dan gedung yang tidak layak, tembok diujung lapangan pun pernah ambruk diterjang angin besar, jadi sudah tidak aman untuk bertanding," ujar Aen, pengelola Stadion Benteng.

Setelah diberhentikan kegunaanya, stadion tidak memiliki pemasukan untuk biaya pengelolaan dan perawatan. Pemasukan hanya didapat dari klub-klub yang menggunakan lapangan untuk latihan. Aen mengatakan itu pun bukan dana retribusi melainkan uang kebersihan yang dikumpulkan untuk membersihkan rumput di sekitar stadion.

Keadaan stadion sekarang memang memprihatinkan, rumput tinggi, jalan yang becek menutup akses menuju stadion. Terlihat dinding yang kotor penuh coretan pilok akibat tangan-tangan jail yang tak bertanggung  jawab menambah ketidaklayakan stadion untuk ditempati.

"Stadion Benteng Tangerang dengan kondisi sekarang sudah tidak layak pakai. Karena rumput lapangan utama sudah mengering dan juga tanah yang sudah keras, sehingga aliran bola tidak berjalan dengan baik dan menjadi hambatan untuk bermain efektif," kata Aldo, anggota tim sepak bola Kota Tangerang

Kepemilikan Stadion Benteng saat ini masih di tangan Kabupaten Tangerang. Kabupaten Tangerang telah melaksanakan sidang paripurna tentang pelepasan aset, dan sudah siap untuk dilepas. Namun, sekarang tinggal menunggu pihak Kota Tangerang untuk menerima aset ini dengan istilah tukar guling.

Stadion benteng tinggal menjadi kenangan. Setelah nantinya menjadi aset Kota Tangerang, stadion benteng akan dijadikan taman dengan berbagai fasilitas olahraga, seperti lapangan voli, basket dan futsal, menggantikalun alun-alun Kota Tangerang yang sudah tidak mampu menampung masyarakat untuk berolahraga.

Klub Persita pun sudah memiliki stadion baru yang berada di Bojong Nangka, Kab. Tangerang. Stadion baru tersebut akan diresmikan berbarengan dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) 2018, dengan Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumahnya.

"Alhamdulillah sekarang Persita sudah punya stadion baru yang terletak di Bojong Nangka atau Bonang. Menurut saya selaku suporter Persita sangat senang dan bangga, Persita akhirnya mempunyai stadion sendiri setelah sekian lama menjadi musafir di persepakbolaan Indonesia. Akibat dari Stadion Benteng yang tidak mematuhi standar FIFA sehingga tidak bisa di pakai untuk liga 1, jadi saya sebagai suporter sangat senang menyambut stadion baru yang kita harap-harapkan sejak lama. Sebentar lagi Persita akan mempunyai kandang sendiri tidak menjadi tim musafir lagi di liga Indonesia," ungkap Adi selaku suporter Persita. (AY/TDR/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar