Presiden Datang, Mahasiswa Sambut dengan Aksi - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 20 Maret 2018

Presiden Datang, Mahasiswa Sambut dengan Aksi

Reporter : Ihram Rizki
Redaktur : Agnes Yusuf



Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banten melakukan seruan aksi di depan kampus UIN Banten. Aksi ini ditujukan kepada Presiden Joko Widodo saat sedang melakukan kunjungan kerja ke kota Serang. (foto: dokumentasi pribadi)

Pada hari Rabu (14/3), Presiden Joko Widodo berkunjung ke kota Serang yang terletak di Provinsi Banten. Kunjungan ini menjadi salah satu agenda kunjungan kerja yang sudah di canangkan pemerintah.

Presiden Joko Widodo mengunjungi beberapa lokasi yang terdapat di kota Serang, seperti Pondok Pesantren An-Nawawi misalnya, disana Presiden Joko Widodo meresmikan Bank Wakaf Mikro. Selain itu Presiden Jokowi juga membagikan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Program Keluarga Harapan di Stadion Maulana Yusuf, Serang.

Antusiasme dan respon dari warga serang terhadap kedatangan Presiden Jokowi ini amat tinggi, dilihat dari beberapa titik lokasi yang akan didatangi Presiden Joko Widodo terlihat cukup ramai oleh warga yang ingin melihat presiden nya secara langsung. Namun, berbeda dari antusiasme warga yang menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo, para Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banten memiliki cara lain dalam merespon kunjungan Presiden Joko Widodo ke Provinsi Banten.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banten bersama-sama melakukan aksi dan menyatakan mosi tidak percaya terhadap rezim boneka Jokowi-Jk. Abda selaku Humas dari aksi tersebut mengatakan bahwa mereka mengadakan aksi sebagai reaksi tidak percaya terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo. “Kami sebagai Aliansi Mahasiswa Banten sudah menyepakati bahwa isu yang akan kami bawa adalah mosi tidak percaya terhadap presiden yang saat ini sudah dikuasai oleh asing” ujar Abda.

Ada lima tuntutan yang ingin disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, yang pertama Indonesia Darurat Demokrasi (tolak revisi UU MD3, RUU KUHP, MOU TNI-POLRI), kedua hapuskan politik upah murah murah, ketiga wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis, keempat reforma agraria Jokowi-Jk palsu dan yang kelima yaitu kebijakan kesehatan Indonesia tidak pro rakyat.

Abda menambahkan bahwa kedatangan Presiden Joko Widodo ke kota Serang ini bukan datang secara murni untuk menemui rakyat, melainkan untuk menjalankan proyek-proyek pemerintah yang saat ini sedang berlangsung. 

“Jokowi datang bukan untuk menemui rakyat secara langsung, tetapi untuk menemui proyek-proyek yang hari ini tidak terlaksana dengan baik.” Kata Abda yang juga seorang mahasiswa dari Fakultas Hukum Untirta.

Berbagai macam tanggapan mengenai aksi ini datang dari mahasiswa yang mengikuti rombongan aksi dan juga dari mahasiswa yang tidak mengikuti aksi tersebut.

Menurut Didi Suhaedi, aksi tersebut adalah salah satu bentuk kekecewaan mahasiswa di Banten terhadap rezim Jokowi-Jk yang nyatanya pada hari ini sudah mencederai demokrasi Indonesia. “Ini merupakan sebuah ilusi bagi kami, pasalnya setiap kedatangan Jokowi ke berbagai daerah tidak terjadi kalau tidak ada kepentingan.” ujar Didi.

“Kami memaknai aksi itu sendiri sebagai bentuk menyuarakan aspirasi kepada pemerintah dan khalayak bahwa negeri ini sedang tidak baik-baik saja.” ujar Didi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banten.

Namun, berbeda dengan Danang Prabowo, mahasiswa yang tidak ikut menjalankan aksi mengatakan bahwa ia kurang setuju dengan adanya aksi kemarin karena seharusnya para mahasiswa menyambut kedatangan presiden dengan hangat bukan justru dengan diadakan aksi.

“Kalau ada kunjungan presiden ke kota ini, seharusnya bisa disambut dengan baik walaupun presiden sendiri masih banyak kekurangan dalam menangani masalah-masalah yang ada saat ini.” pungkas Danang seraya menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap aksi kemarin. (IR/AY/NewsRoom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar