Program Keluarga Harapan, Membantukah? - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Senin, 19 Maret 2018

Program Keluarga Harapan, Membantukah?

Reporter : Dwika Putri A.
Redaktur : Selvi Mayasari







Salah satu peserta penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang hadir di GOR Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Serang (14/3)

SERANG - GOR Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Serang. Pada Rabu (14/3) dipadati oleh masyarakat yang ingin mengikuti acara pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Kehadiran dari orang nomor satu di Indonesia, yaitu Jokowi juga menjadi alasan masyarakat berkumpul menunggu di luar GOR. 

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan dengan melaksanakan kewajibannya. Program ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2007. Hingga saat ini,  penerima PKH di Kota Serang berjumlah 9.300 keluarga.

Sejumlah 1.250 peserta PKH atau biasa diapanggil dengan sebutan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang hadir pada acara tersebut juga menerima sembako yang dibagikan secara gratis.
“selama lima tahun saya menerima bantuan PKH ya lumayan membantu perekonomian. lumayanlah buat sekolah anak ya, beli sepatu, beli seragam anak”, ujar Ela, ibu rumah tangga asal Secang, Serang.

Bantuan PKH sendiri dalam setahun berjumlah Rp 1.895.000 untuk setiap keluarga yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Tak hanya bantuan tunai, mereka pun mendapatkan bantuan pangan non tunai (BNPT) berupa sembako yang didapatkan setiap bulan.

Dikutip dari bantennews.co.id, Menteri Sosial Idrus Marham Mengatakan, PKH akan disalurkan dalam empat tahap, tahap pertama hingga tiga Rp 500 Ribu  tahap empat Rp 395 Ribu.

Dilansir dari Badan Pusat Statistik, pada bulan September 2017 jumlah penduduk miskin di Indonesia berkurang sebesar 1,19 juta orang dari 27,77 juta orang per Maret 2017. Kondisi ini pun menyimpulkan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan dampak yang cukup signifikan bagi menurunnya tingkat kemiskinan di Indonesia.(DWK/SLV/NEWSROOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar