Refleksi Hari Perempuan Internasional di Serang - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Refleksi Hari Perempuan Internasional di Serang

Reporter : M. Reza Pratama
Redaktur : Agnes Yusuf




Internasional Women’s Day (Foto: KAGUM-hotel.com)
Serang (02/03), Hari Perempuan Internasional (Internasional Women Day’s) yang jatuh pada tanggal delapan Maret ini merupakan hari dimana para perempuan di kota New York di tahun 1850-an melakukan beberapa protes dan aksi damai, yang menentut hak-hak mereka sebagai perempuan di dalam dunia pekerjaan dan kesetaraan perempuan terhadap laki-laki. Semenjak kejadian tersebut, perempuan di berbagai belahan dunia sudah mulai bangkit untuk menegakkan hak-hak mereka sebagai perempuan.
Dengan adanya berbagai aksi damai di dunia, akhirnya pada tahun 1975 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan delapan Maret sebagai besar perempuan yang lebih dikenal dengan Internasional Women’s Day. Dengan telah ditetapkannya Internasional Women’s Day, organisasi-organisasi perempuan di dunia menggelar acara-acara yang berskala cukup besar untuk menghormati peran dan prestasi perempuan.
“Setelah aksi pada tanggal empat Maret di dunia barat, semua aliansi pergerakan perempuan barat, membuat gerakan di dunia barat 1987, itu adalah Internasional Women’s Day, yang dimana semua tuntutan tentang pelecehan seksual, tentang LGBT, diskriminasi perempuan, kesetaraan gender dan penghapusan kelas kedua perempuan dihapuskan disitu”, ujar Tasya Octaviani Purba selaku Ketua dan Pendiri Barisan Perempuan Banten (BaPer Banten) saat ditanyai mengenai Internasional Women’s Day.
Menurutnya, Internasional Women’s Day merupakan suatu momen yang tepat untuk perempuan menyuarakan hak-hak nya. Dimana perempuan pada masa lalu itu merupakan kelas kedua atau masih dibawah laki-laki, yang hak-haknya masih sangat terbatas.
Dengan banyak kejadian di masa lalu yang menyudutkan perempuan, Tasya dan teman-temannya membentuk Barisan Perempuan Banten (BaPer Banten) yang terbentuk ketika kasus Gubernur Perempuan Banten, yang merupakan Perempuan pertama dan satu-satunya sebagai Gubernur Banten yang dianggap telah merusak citra perempuan dan membantu perempuan-perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual.
BaPer Banten sendiri telah melakukan serangkain acara dalam memperingati Internasional Women’s Day, Diantaranya dialog Publik yang telah diselenggarakan pada satu Maret lalu dan pada tanggal empat Maret BaPer Banten ikut berpartisipasi dalam acara parade mengenai Internasional Women’s Day yang akan dilaksanakan dari Stadion Maulana Yusuf sampai ke Alun-Alun Kota Serang.
Lalu menurut Triana Kurnia Wardani anggota dari Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI) Internasional Women’s Day merupakan momen penting yang mampu menyatukan perempuan dari semua sektor dan golongan, namun kekurangannya adalah Internasional Women’s Day merupakan hari dimana semua aliansi gerakan perempuan berkumpul, namun mereka hanya mewakili perempuan-perempuan yang ada di perkotaan saja, tetapi perempuan-perempuan yang ada di daerah-daerah terpencil masih belum terwakili suara-suranya seperti buruh tani perempuan di desa. (MRP/AYT/Newsroom).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar