Senam Aerobik Dengan Musik Semakin Asyik - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 13 Maret 2018

Senam Aerobik Dengan Musik Semakin Asyik

Reporter : Titania Alma Meini
Redaktur : Tiara Dwi Ristanti




Anggota grup Senam Elok melakukan pemanasan sebelum berlatih (Foto: Instagram.com/Senam_Elok)

CILEGON (11/3) Setiap manusia pasti menginginkan tubuhnya selalu sehat rohani dan jasmani, baik dengan makan-makanan yang bergizi maupun berolahraga. Olahraga yang baik bisa dilakukan seperti berjalan santai, berlari, bersepeda dan senam. Senam  merupakan salah satu bentuk latihan fisik dengan menggunakan gerakan-gerakan tubuh yang dinamis. Olahraga ini berfungsi untuk membentuk tubuh menjadi lentur dan elastis. 

Ada berbagai macam senam yang bisa dilakukan seperti senam artistic, ritmic, acrobatic maupun aerobic. Biasanya, senam aerobik kebanyakan dipilih oleh orang Indonesia karena gerakannya yang mudah, bervariasi dan berirama. 

Musik yang digunakan dalam senam aerobik bernada semangat dan tempo yang cepat, seperti Senam Kesegaran Jasmani (SKJ). SKJ merupakan senam massal yang diwajibkan oleh pemerintah Indonesia. Senam ini diiringi oleh lagu berirama dari berbagai provinsi yang diaransemen ulang dan biasanya dilakukan oleh sekelompok peserta besar.

Penggunaan musik dalam senam aerobik sangat penting karena menjadi jantung dalam senam tersebut. Menurut Instruktur Senam Sanggar Mufis, Mutmainah, mengungkapkan bahwa penggunaan musik berpengaruh dalam senam karena dapat membuat peserta senam lebih semangat dan tidak jenuh.

“Semua musik bisa digunakan yang penting sesuai dengan ketukan dan gerakan. Musik senam ada yang low dan high, serta ketukan musik ada yang rendah dan ada yang tinggi, itu tergantung kita lihat pesertanya”, ujar Mutmainah.

Dalam seminggu, Mutmainah melatih senam sebanyak 3 kali dalam durasi musik 45 menit. Musik yang digunakan untuk mengiringi senam pun beragam, mulai dari musik SKJ 2012, despacito, momere, hingga musik pendinginan seperti lagu perfect oleh Ed-Sheeran. 

Variasi penggunaan musik dalam senam menurut Mutmainah harus disesuaikan dengan gerakan senamnya. Seperti saat pemanasan menggunakan musik low dengan ketukan rendah, baru kemudian music high dengan ketukan musik yang tinggi dan ketika pendinginan kembali pada musik dengan ketukan  rendah untuk menurunkan denyut nadi seperti semula.

Pendapat yang sama pun diungkapkan oleh Nada Devalia, anggota senam Saung Edi. Menurutnya penggunaan musik dalam senam aerobik sangat penting, untuk menyempurnakan dan keharmonisan senam agar tetap berirama.

“Sangat penting, untuk menyempurnakan dan keharmonisan senam dalam berirama. Karena jika tidak  menggunakan musik itu hampa, tidak menarik dan manfaatnya bisa untuk menambah konsentrasi”, kata Nada.

Perempuan yang telah mengikuti senam sejak tahun 2014 ini berharap agar musik yang digunakan dalam senam kedepannya adalah musik-musik yang sedang hits atau musik kekinian. (TAM/ARA/NEWSROOM)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar