Sudahkah UKM Klasik Menaungi Selara Musik Mahasiswa? - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 13 Maret 2018

Sudahkah UKM Klasik Menaungi Selara Musik Mahasiswa?

Reporter : Galuh Latifa
Redaktur : Agnes Yusuf



Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Klasik yang berada di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) B, kampus A, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Serang (08/03) - Musik merupakan irama yang disenandungkan, dengan musik kita bisa menyalurkan dan mengekpresikan sebuah perasaan yang tidak bisa diungkapkan secara langsung. Musik juga merupakan sebuah karya seni yang patut diapresiasi. Di Indonesia sendiri, musik sudah mulai diapresiasi dengan diresmikannya Hari Musik Nasional.

Hari Musik Nasional jatuh pada tanggal 9 Maret yang telah diresmikan oleh Presiden ke 6 Indonesia, yaitu Susilo Bambang Yhudoyono dalam Keppres No 10 tahun 2013. Hari musik dibentuk untuk mengapresiasi karya-karya musik anak bangsa dan menunjukan rasa bangga terhadap musik milik bangsa sendiri. Tanggal 9 Maret merupakan hari lahir Wage Rudolf Supratman, pecipta lagu kebangsaan, Indonesia Raya yang kemudian d jadikan Hari Musik Nasional.

Di Universitas Sultang Ageng Tirtayasa (Untirta) ada beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berbasis musik, salah satunya adalah UKM Klasik. UKM Klasik berdiri sejak tahun 2001 tanggal 31 Oktober. Pada awalnya UKM Klasik bergabung dengan 3 UKM lainnya seperti Pandawa, PSM, dan Kafe Ide yang diberi nama Keluarga Seni Musik Kampus. Namun, pada tahun 2000 UKM tersebut mengalami perpecahan.

Keluarga Seni Musik atau Klasik, berfokus pada musik modern, yang artinya genre musik klasik berkiblat pada musik zaman sekarang yang lebih disukai oleh mahasiswa atau kalangan muda.

Kalau untuk genre ya menurut saya sudah lah, sudah memenuhi dari masyarakat kampus tersendiri, karena hampir semua genre dimainkan terkecuali dangdut , karena dangdut itu kita akui cara bermainnya sangat sulit.” Ujar Bima Panji Selaku ketua UKM Klasik 2018.

Namun, sayangnya ukm klasik belum sepenuhnya menaungi selera musik mahasiswa karena jarangnya mengadakan acara musik yang dapat meng-ekpresikan selera musik mahasiswa.

 Dulu tuh sering, banyak senior-seniornya juga. Jadi, lebih aktif dulu di banding sekarang lebih suka ngada-ngadain konser musik juga.” tambah Resi Alisiya sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Hukum.

Resi juga berharap agar UKM Klasik lebih sering mengadakan acara meskipun acara kecil-kecilan dan menghibur mahasiswa di kampus agar suasana di kampus lebih berwarna dan tidak monoton.

Tubagus Bangkit selaku ketua UKM Klasik 2018 berharap Klasik bisa lebih baik lagi bisa di kenal lagi oleh mahasiswa dan masyarakat semua. Nama klasik bisa dikenal sama semua kalangan tidak hanya kalangan muda saja, kalangan tua pun bisa mengenal klasik. (GLD/AY/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar