Tampil Hebat dengan Musik Tradisional - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 13 Maret 2018

Tampil Hebat dengan Musik Tradisional

Reporter : Ari Maulana P.
Redaktur : Hani Maulia



 
Adit (kanan) ketika mengikuti lomba tari di UI National Folklore Festival sebagai pemusik 2018. (dok. Pribadi)

          Indonesia merupakan negara yang memiliki ragam suku dan kebudayaan, diantaranya ialah alat musik tradisional. Alat musik tradisional di Indonesia banyak jenisnya seperti gamelan. Gamelan merupakan alat musik tradisional yang merupakan kesatuan utuh yang dibunyikan secara bersamaan dengan cara dipukul.

Muhammad Aditia, laki-laki kelahiran 30 Juli 21 tahun silam ini sangat mahir dalam memainkan musik tradisional gamelan. Ia merupakan mahasiswa Pendidikan Fisika di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Dirinya mengaku mengalami kesulitan untuk memainkan gamelan, karena gamelan merupakan tempo awal dari musik. Tetapi, latihan yang tekun dan serius membuat dirinya seperti sekarang yang mahir memainkan gamelan.

            Ia berlatih gamelan di UKM Pandawa (Paguyuban Seni Budaya Tradisional Mahasiswa Untirta), salah satu unit kgiatan mahasiswa di kampusnya. UKMPandawa menaungi 4 bidang, yaitu silat debus, seni, tari, dan musik tradisional. Ia bergabung di UKM Pandawa pada tahun 2014. “Awalnya saya penasaran dengan gamelan dan ingin mengembangkan alat musik tradisional, maka dari itu saya bergabung di UKM Pandawa,” tutur Adit.

            Mahir dalam bermain gamelan dibuktikannya dengan berbagai prestasi yang ia dapat. Salah satunya ialah kejuaraan seni tari yang alunan musiknya dimainkan oleh Adit di Tangerang City yang meraih juara 1. Selain itu ia juga sempat memenangkan berbagai lomba di kota-kota besar di Indonesia. Walaupun ia hanya sebagai pengiring musik, tetapi ia sangat bangga untuk hasil yang ia dapat.

            “Cara mengembangkan musik tradisional pada saat ini sebenarnya mudah, dengan cara mengkontemporerkan dengan musik modern dan diselaraskan,” ucapnya. Tempo dan alunan musik tradisional yang sulit dan berbeda dengan musik modern merupakan alasan jarangnya dimainkan pada era ini.

            Di dalam bermain musik, ia juga mendapatkan penghasilan, namun penghasilan yang satu ini bukanlah penghasilan materi, tetapi pengalaman. “Dalam bermusik, saya tidak pernah mengharapkan imbalan materi, tetapi ialah pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga di dalam hidup,” ujar ia saat diwawancarai di Kampus A Untirta. Selain itu Adit juga menjelaskan bahwa dalam bermain musik harus dari perasaan dan dalam hati. Ketika seorang bermain musik dengan lembut dan memiliki rasa.

             Membuat musik dari gamelan juga membutuhkan waktu yang lama, hampir satu sampai dua bulan. Alasan membutuhkan waktu yang lama karena sulit untuk mencari nada dan tempo awal, ditambah jika diselaraskan dengan seni tari. “ Menengoklah ke belakang, jangan lupakan hal yang ada di belakang kita dan jaga terus kebudayaan yang ada di negeri ini terutama dalam musik tradisional,” sarannya untuk menjaga kelestarian musik tradisional. (AMP/HNI/Newsroom)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar