Trend, yang Menjadikan Mahasiswa Berperilaku Konsumtif? - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Trend, yang Menjadikan Mahasiswa Berperilaku Konsumtif?

Reporter : Riri Alya Hidayati
Redaktur : Selvi Mayasari




SERANG - Perilaku konsumtif merupakan kecenderungan seseorang yang melakukan konsumsi tanpa ada batasnya. Membeli barang yang berlebihan dan cenderung tidak mementingkan kebutuhan dan biasanya hanya untuk memenuhi hasrat memiliki dan untuk kepuasan.

perilaku konsumtif itu relatif. Penyebab seseorang berperilaku konsumtif. Menurutnya salah faktor penyebab konsumtif itu karena pengaruh lingkungan yang biasanya terjadi pada Mahasiswa saat ini.

“saya kira perilaku konsumtif itu relatif ya. Kalau perilaku konsumtif itu kan biasanya dikelas menengah. Cuma saya melihat ada semacam kecenderungan orang sudah agak bergeser. Dulu itu konsumtif kepada barang sekarang lebih kepada jasa dan vacation.” Jumat (2/3).

Trend saat ini menjadikan mahasiswa berperilaku konsumtif. Mahasiswa dituntut untuk meng-update gaya hidup agar tidak ketinggalan jaman. Mereka membeli barang bukan sesuai kebutuhan melainkan hanya untuk mengikuti trend dan meningkatkan gengsi. Seperti yang dituturkan oleh salah satu mahasiswa ilmu pemerintahan Sukmawati Rahayu, ia mengaku saat ini ia mengikuti trend, tapi ada alasan kenapa dirinya mengikutin trend. Sukma menuturkan karena pada dasarnya agar tidak ketinggalan jaman.
Namun menurutnya, ia tidak selalu untuk mengikuti trend. Ia juga memikirkan apa yang ia butuhkan. Sama seperti yang dikatakan Elvin bahwa tidak semua mahasiswa khususnya di UNTIRTA ini yang mengikuti trend.

Saya melihat iya sebagian. Tapi tidak semua mahasiswa seperti itu. Ada yang saya liat di Fakultas Ekonomi yang mungkin lebih keliatan wah pada cara berpakaian, handphonenya dan punya mobil dll. Tapi ada juga yang tidak. Karena tidak semua mahasiswa berperilaku konsumtif, hanya 30 persen mahasiswa yang berperilaku konsumtif” tutur Elvin.

Nah justru yang biasa-biasa saja kebanyakan yang punya prestasi akademik yang bagus. Karena dia tidak penting dengan urusan pakaian yang mahal, handphone mahal, dan tas mahal. Mereka lebih mementingkan kepada akademik. Jadi tidak semua mahasiswa konsumtif. Kalau dipersentasi kan saya kira mungkin maksimal 30 persen. Yang mungkin kita sebut hedon kan ya, consumtion hedonis . pasti adakan teman kalian yang kasat mata seperti itu. Apalagi kita selaku dosen sering meihat dan bertemu mahasiswa-mahasiswa seperti itu.” Lanjutnya. (RAH/SLV/NEWSROOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar