Ubikom : Wadah Berbisnis untuk Jasa Bidang Komunikasi - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Senin, 05 Maret 2018

Ubikom : Wadah Berbisnis untuk Jasa Bidang Komunikasi

Reporter : Dwika Putri Agustine
Redaktur : Selvi Mayasari



(Proses pengambilan stok gambar oleh kru Ubikom untuk pembuatan profil Untirta bersama dengan Rektor Untirta, Prof. Dr. H. Soleh Hidayat, M.Pd. Sumber Foto: instagram.com)



SERANG - Bisnis adalah kegiatan penjualan barang dan jasa yang bertujuan untuk mencari atau memperoleh keuntungan yang dilakukan secara terus-menerus. Bisnis selalu ada di berbagai sektor kehidupan, salah satunya sektor komunikasi. Berbisnis dalam bidang komunikasi pun cakupannya sangat luas, seperti periklanan, public speaking, pengolahan dan pembuatan berita, desain grafis dan sebagainya. Apa jadinya jika bisnis dalam bidang komunikasi dikelola oleh civitas akademika?

Ubikom atau kependekan dari Unit Bisnis Ilmu Komunikasi adalah unit bisnis yang bergerak dalam sektor-sektor komunikasi. Pada bulan Desember 2016, 4 senior dari Untirta TV ingin membuat divisi bisnis yang akhirnya didukung oleh salah satu dosen Ilmu Komunikasi Untirta, Asri Praceka. Untuk dijadikan sebuah unit bisnis. Kemudian, di awal tahun 2017 tercetuslah nama Ubikom untuk menyebut unit bisnis ini. Jumat (23/2).

Selain oleh dosen-dosen Ilmu Komunikasi Untirta, Ubikom juga dikelola oleh mahasiswa dan senior Ilmu Komunikasi Untirta yang juga menjadi kru dari unit bisnis ini. Jumlah kru dari Ubikom itu sendiri sekitar 10 orang. Ubikom melayani beberapa jasa sesuai dengan divisi yang tersedia, seperti EO (event organizer), pembuatan profile, pembuatan buku tahunan, fotografer, videographer, MC dan lain sebagainya. Pasar yang dituju oleh unit bisnis ini adalah wilayah kampus dan luar kampus.

Walau terbilang cukup baru, Ubikom sudah menerima beberapa proyek-an dari harga yang sedang hingga yang cukup tinggi. Dari beberapa jasa yang diberikan, pembuatan profile adalah proyek dengan harga yang paling tinggi yaitu berkisar antara Rp 3.000.000 sampai Rp 30.000.000 tergantung dengan seberapa banyak kru yang dibutuhkan, seberapa banyak alat yang digunakan, dan seberapa besar tingkat kesulitannya. Dan 10% dari setiap proyek akan menjadi laba bagi Ubikom.

Sebagai orang yang pernah menggunakan jasa Ubikom, Uliviana Restu, berpendapat bahwa jasa yang Ubikom berikan cukup memuaskan.

“Saya memperoleh semua keinginan saya, baik dari segi gambar maupun penataan dan sebagainya itu sesuai dengan keinginan saya. Dan Ubikom telah membuktikan bahwa kinerja mereka baik dan patut diperhitungkan sebagai salah satu unit bisnis yang memiliki keahlian dan kemampuan yang mumpuni,” ujarnya.

Untuk kru sendiri didapatkan dari proses perekrutan dengan memilih dan mengamati potensi keahlian yang dimiliki oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Untirta lewat wadah-wadah yang di sediakan di laboratorium seperti Lab TV, Lab Public Speaking, lab Radio dan lab Multimedia. Jadi, kru yang tergabung di Ubikom adalah mereka yang sudah memiliki keahlian di bidang yang terkait.

“Menurut saya di era digital sekarang, berbisnis di bidang komunikasi ini sangat menguntungkan, karena semua orang membutuhkan jasa orang seperti kita. Politik, sosial maupun sektor ekonomi adalah sektor yang tidak akan pernah lepas dari bidang komunikasi,” Ujar Adam Paula selaku Marketing dan PR Ubikom.

Adam juga berharap agar kelak bisa melegalkan secara hukum statusnya menjadi perusahaan agar bisa menjadi wadah bagi para lulusan Ilmu Komunikasi untuk berbisnis. (DWK/SLV/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar