UNBK Kurang Fasilitas, Meminjam Jadi Solusi - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 27 Maret 2018

UNBK Kurang Fasilitas, Meminjam Jadi Solusi

Reporter : Dwika Putri Agustine

Redaktur : Ulvia Fitra Aini

 
Siswa-siswi SMP Negeri 1 Kota Serang sedang melaksanakan UNBK menggunakan laptop yang dipinjam dari beberapa siswa. (Tempo.co/2017)

SERANG – Pelaksanaan ujian nasional akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 26 April 2018 bagi siswa SMP/MTs. Meneruskan program pemerintah, pelaksanaan ujian nasional beberapa sekolah di Kota Serang dilakukan dengan berbasis komputer (UNBK). Dari 146 jumlah SMP di Serang, sebanyak 115 sekolah masih melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (2016).
Salah satu SMP di Kota Serang yang melaksanakan UNBK adalah SMP Negeri 1 Kota Serang. Tahun ini adalah tahun kedua mereka melaksanakan UNBK secara mandiri. Mandiri maksudnya, pelaksanaan UNBK diselenggarakan di sekolah dan menggunakan fasilitas sendiri tanpa harus menumpang ke sekolah lain.
“Kan ada beberapa sekolah yang melaksanakan UNBK tapi di sekolah lain. Misalnya ke SMK 1, ke SMA 1, dan lainnya. Karena fasilitas terutama server itu harus dimiliki untuk sekolah yang UNBK mandiri. Server itu kan harganya tidak murah. Karena server itu kan bisa aja di hack orang lain jika servernya asal-asalan,” ujar Adek Candra selaku guru di SMP Negeri 1 Kota Serang yang juga Sekretaris Panitia Pelaksana UNBK (22/3)
Fasilitas untuk pelaksanaan UNBK yang terpenting adalah komputer. Di SMP Negeri 1 Kota Serang pun sudah menyediakan beberapa komputer, namun masih belum memadai jika diperuntukkan bagi 390-an siswa peserta UN. Dari beberapa komputer yang sudah disediakan sekolah, SMP Negeri 1 Kota Serang masih kekurangan 150 unit komputer termasuk cadangannya. Dari kekurangan unit komputer tersebut, SMP Negeri 1 meminjam laptop dari peserta ujian nasional sebagai solusinya.
“Jadi teknis kita adalah meminjam laptop kepada anak untuk kekurangan PCnya. Kita meminjam sampai pelaksanaan UN selesai, yaitu empat hari. Ada surat permohonan peminjaman, ada data basenya juga seperti laptop milik siapa, specnya apa, apa saja yang dipinjamkan, charger, mouse seperti itu,” tambahAdek.
Sebelum menghadapi ujian sesungguhnya, sekolah telah melakukan tiga kali simulasi UNBK agar murid-murid terbiasa dan mengenal aplikasi  UNBK yang ada di komputer. Saat pelaksanaan simulasi pun, sekolah juga meminjam laptop dari beberapa murid. Di SMP Negeri 1 Kota Serang sendiri akan membagi waktu ujian menjadi tiga sesi setiap harinya.
Dilansir dari kabarbanten.com, Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Adang Abdurahman mengatakan, kendala seperti kekurangan computer akan terus dibenahi. Pengadaan penambahan komputer bagi sekolah yang kurang terus dilakukan. Untuk persiapan UNBK semua siswa-siswi harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Sekolah yang masih kekurangan komputer bisa membaginya dalam 2 sesi.
Beberapa sekolah menengah pertama di Kota Serang yang menjadi peserta UNBK namun fasilitas di sekolahnya belum memadai memilih untuk melaksanakan ujian di sekolah lain yang memiliki fasilitas komputer serta internet yang memadai, seperti SMK 1 Kota Serang, SMK Informatika, dan sebagainya. (DWK/UFA/NEWSROOM)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar