Untirta dan Kesetaraan Gender - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Untirta dan Kesetaraan Gender

Reporter : Ihram Rizki Setiawan
Redaktur : Agnes Yusuf










Sembilan mahasiswa Untirta jurusan Agroekoteknologi Fakultas pertanian yang terdiri dari Laki-Laki dan Perempuan yang sedang magang di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten (BPTP) Banten. (Foto:http://banten.litbang.pertanian.go.id)

International Women’s Day adalah sebuah hari untuk memperingati keberhasilan perempuan di aspek politik, ekonomi, dan sosial budaya. Hal ini awalnya dilatar belakangi dari rasa ketidakadilan yang dialami kaum perempuan dari pabrik garmen di New York City. Dari ketidakadilan itu lah kemudian para perempuan ini membentuk serikat buruh yang bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak mereka sebagai buruh perempuan.
Perjuangan-perjuangan tersebut lah yang menunjukkan bahwa perempuan juga butuh kesetaraan dengan kaum laki-laki. Entah itu dari aspek politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Untuk menciptakan kondisi yang adil dan sejahtera maka perempuan menuntut untuk disamakan hak-haknya.
Namun nyatanya, di era sekarang ini, masih saja ditemukan tindakan-tindakan yang tidak mendukung atau setuju dengan adanya kesetaraan gender ini. Entah itu di lingkungan rumah, sekolah atau universitas, maupun di lingkungan kerja. Tetapi tidak sedikit juga segelintir orang atau kelompok yang berusaha untuk tetap menjaga dan menciptakan kesetaraan gender di kehidupan bermasyarakat
Misalnya di kampus Untirta, lingkungan kampus yang memiliki beragam mahasiswa tentu membuat kehidupan di kampus menjadi lebih menyenangkan. Tetapi apakah dari perbedaan ini justru tercipta kebersamaan atau tetap saja terdapat perbedaan. Seperti dua mahasiswa di kampus A Untirta, Fikri Muhammad dari jurusan Ekonomi Pembangunan dan Rizka A. Dalimunthe yang setuju dengan prinsip kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan
“Hak perempuan harus dijunjung dan memang semestinya perempuan harus diberikan porsi lebih dalam tatanan sosial daripada sebelumnya” kata Fikri yang setuju dengan prinsip kesetaraan gender. Ia menambahkan bahwa ia amat mendukung kesetaraan gender di lingkup kampus Untirta karena menurutnya itu bisa mendorong kaum perempuan untuk aktif di organisasi-organisasi kampus.
Selain Fikri, Rizka mahasiswi jurusan Akuntansi juga menunjukkan kesetujuannya dengan prinsip kesetaraan gender ini, ia mengatakan sangat mendukung gerakan membela hak perempuan, terutama bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh kaum laki-laki.
Tidak hanya mereka berdua, Triana Kurnia Wardani sebagai aktivis perempuan dari Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), mengatakan “partisipasi kaum perempuan itu masih sangat rendah ini dibuktikan di kampus aja, jarang ketua BEM perempuan, atau Rektor perempuan, Dekan perempuan, dan jabatan-jabatan strategis lainnya”.
Sambungnya ia menutup dengan mengatakan bahwa kaum perempuan terutama yang masih menjadi mahasiswa harus bersatu dan berjuang dalam wadah organisasi, karena dengan begitu ia bisa menaikkan strata nya di dalam tatanan sosial masyarakat. (IRS/AYT/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar