Bercerita Sambil Berkhayal Lewat Kisah Kartini - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 24 April 2018

Bercerita Sambil Berkhayal Lewat Kisah Kartini

Reporter : Aina Aristia
Redaktur : Jasmine Putri L.



Foto : Kak Reni sedang mendongeng kisah Kartini kepada anak-anak di Auditorium Surosowan, Rumah Dunia Kota Serang (22/4)
SERANG – Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Hari yang ditetapkan untuk mengenang jasa-jasa Raden Adjeng Kartini sebagai salah satu tokoh pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Kisah kegigihannya dalam memperjuangkan hak perempuan telah dikenal seluruh antero negeri ini. Bicara tentang kisah perjuangan Kartini, berikut ini adalah salah satu cara kreatif menceritakan kisah Kartini pada anak-anak dengan metode mendongeng yang sangat menarik.
“Jadi mereka itu (anak-anak-red) punya tiga gaya belajar, gaya belajar kinesetik, gaya belajar visual, dan gaya belajar auditori. Dongeng untuk anak auditorinya, musik untuk kinesetik, dan juga bermainnya. Semua anak gaya belajar apapun akan mudah dengan dongeng dibanding Bu Guru membacakan buku lima menit udah ilang,” ucap salah satu Pendidik Anak Usia Dini, Pendongeng sekaligus Konsultan Pendidik Anak Usia Dini, Reni Nurlela (43) saat ditemui disalah satu rangkaian acara “Literasi Bagi Negeri” yang berlokasi di Rumah Dunia Kota Serang (22/4).
Adapun cara mendongengnya sendiri hanya memerlukan satu syarat, yaitu hati. Apapun yang dilakukan bersama anak-anak harus menggunakan hati yang ikhlas.
“Sebetulnya anak-anak itu kuncinya satu sih hati, harus pake hati. Apapun pake hati itu semua pasti kena.  Saya selalu terutama mengkondisikan anak-anak supaya nyaman dengan Saya dengan hati baru kontak mata yang terus tidak pernah lepas dari mereka,  dan Saya kalo mendongeng tidak pernah dituntaskan agar anak-anak penasaran dan ingin mencari tahu bukunya,” tutur perempuan yang akrab disapa dengan Reni Domain (Dongeng, musik, dan permainan-red).
Dapat dikatakan bahwa metode mendongeng ini adalah salah satu cara yang efektif untuk memberikan pengetahuan. Hal ini dapat dilihat dari antusias anak-anak terutama kalangan Sekolah Dasar yang berpartisipasi dalam acara “Dongeng Hari Kartini”.
“Dongengnya menarik, karena penyajiannya juga bagus, sehingga anak-anak tertarik untuk mendengarkan cerita atau sejarah tentang Raden Ajeng Kartini, ya sangat efektif lah. Mudah-mudahan ada lagi dan kita akan sering berkunjung datang kesini, ” ucap Ibu Lela selaku guru pengajar Sekolah Dasar Serang 3 yang turut menghadiri acara mendongeng ini.
Sama halnya dengan Ibu Lela, Ani (14) salah satu pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang juga turut hadir dalam acara ini pun  berharap agar mendongeng dapat diadakan kembali.
“Saya senang sekaligus bangga mengetahui kisah Ibu Kita Kartini itu wanita yang hebat. Ya Saya harap bisa kesini lagi, karena menarik sekali,“ kata Ani yang baru duduk di bangku kelas tujuh Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Serang. (ANA/JPL/Newsroom)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar