Dialog Publik: Memperingati Hari Kartini - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 24 April 2018

Dialog Publik: Memperingati Hari Kartini

Reporter : M. Reza Pratama
Redaktur : Jasmine Putri L.




Sambutan oleh ketua Kumala PW Serang dalam rangka memperingati hari Kartini. (21/04)




SERANG – 21 April merupakan hari peringatan perjuangan Raden Adjeng Kartini atau yang biasa kita sebut dengan hari Kartini. R.A Kartini berasal dari kaum priyai atau kaum bangsawan, putri dari bupati Jepara pada masanya. Walaupun ia berasal dari kaum bangsawan, bukan berarti ia tidak peduli dengan nasib perempuan lainnya, karena pada zaman dahulu hak perempuan sangat dibatasi diberbagai bidang kehidupan dan dianggap memiliki status sosial yang rendah. Maka dari itu Kartini bertekad untuk memperjuangkan hak kebebasan perempuan. (21/04)
Maka dari itu Kumpulan mahasiswa Lebak perwakilan Serang (Kumala PW Serang) mengadakan acara untuk memperingati hari Kartini. Beberapa agenda kegiatan mewarnai acara tersebut diantaranya Dialog Publik, Fashion Show, dan Pentas Seni. Acara yang berlangung di Badan Kearsipan Perpustakaan Daerah Propinsi Banten ini, untuk memperingati hari Kartini yang berlangsung setiap 21 April.
Dalam Dialog Publik yang bertemakan “Nyalakan pelita perjuangan terangkan cita-cita pendidikan R.A Kartini”  terdapat empat pemateri yang memberikan masing-masing materi yang berbeda namun masing bersangkutan dengan perempuan. Pemateri yang pertama yaitu Sulqiyah Hendrawati yang memberikan materi tentang Kesetaraan Gender, dalam materi yang ia sampaikan, terdapat poin penting yaitu pendidikan saat ini sudah dibuka seluas-luasnya untuk semua gender dan kalangan, karena pada masa lalu kaum perempuan dianggap berada distatus sosial yang rendah dan hak-hak yang terbatas. Lalu materi yang disampaikan oleh Titin Khalawiyah tentang Persepektif gender dalam birokrasi terdapat pesan bahwa di birokrasi saat ini masih patriarki, artinya lelaki masih memiliki kekuasaan lebih banyak dari pada perempuan.
Menurut ketua Kumala PW Serang Ridwan Anggara makna hari Kartini adalah melihat perjuangan Kartini pada masa lalu, seharusnya perempuan dan laki-laki tidak ada sekat, karena kita memiliki hak yang sama walaupun secara gender, secara kodrati memang ada batasan antara perempuan dan laki-laki.
“Itu untuk mereduksi pemikiran bahwa aktifis-aktifis perempuan di era sekarang memang dalam segi kritisme dan aktif berorganisasi memang sudah menurun, wajar zaman sekarang sudah menurun karena memang perkembangan zaman yang masif trasnfer informasi yang masif dan lagi dilenakan dengan adanya Girls Band adanya hedonis kehidupan sekarang sehingga itu membuat daya nalar kritis perempuan menurun” ujar Anggara saat ditanyai mengenai makna hari Kartini.
Dalam Dialog Publik tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh perempuan yang dianggap bisa dijadikan motivasi untuk para perempuan dalam memenuhi hak nya di kehidupan masyarakat. Dalam kegiatan Fashion Show yang dibuka untuk umum tersebut bertujuan untuk bagaimana fitrah perempuan yang mengedepankan penampilan tetap ada. Puncaknya yaitu pentas seni yang dilakukan oleh kader Kumala PW Serang yang bertujuan untuk memberikan hiburan bagi kader Kumala dan peserta Fashion Show. (MPR/JPL/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar