Keikutsertaan Wanita Dalam Kegiatan yang Didominasi Oleh Laki-laki - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 24 April 2018

Keikutsertaan Wanita Dalam Kegiatan yang Didominasi Oleh Laki-laki

Reporter :  Arif Ardiansyah
Redaktur : Agnes Yusuf








“para kaum wanita yang mengikuti aksi demonstrasi”
SERANG – Wanita sering dianggap lebih lemah daripada laki-laki. Wanita juga sering dianggap tak mampu melakukan hal-hal yang berat dan kasar. Tapi saat ini, sering kita lihat sekarang telah banyak para wanita tanpa malu menunjukkan kekuatannya dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang dominannya diikuti oleh para kaum lelaki. Sehingga sulit untuk mengatakan jika wanita selalu menjadi yang paling lemah daripada laki-laki.
Sebagai contoh, suatu kegiatan aksi demo dengan menyuarakan suara-suara rakyat itu biasanya dilakukan oleh kaum lelaki saja, tapi dalam sebuah organisasi LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi) yang sering melakukan aksi demo seperti itu, terdapat beberapa wanita yang mengikuti kegiatan yang dirasa cukup berat tersebut. Salah seorang dari mereka adalah Ladiantri Putri (19) atau yang biasa dipanggil Lege.
            “Seneng sih ka soalnya lege bisa ikut serta memperjuangkan suara suara rakyat yang ga bisa diungkapin sama mereka. Apalagi lege kan cewe gitu bisa ikut turun langsung yang didominasi  rata-rata sama laki laki" tuturnya.
            Dia juga mengatakan bahwa, peran Kartini pada zaman dulu sudah sangat baik dalam memperjuangkan hak-hak wanita. Jadi sebagai wanita zaman sekarang, para wanita harus berani melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh pria dan membuat wanita-wanita zaman sekarang menjadi lebih cerdas.
            “Perjuangaan dari apa yang RA Kartini dulu lakuin buat memperjuangkan hak hak wanita yang katanya ngapain sekolah tinggi tinggi ujung ujungnya ke dapur juga dan karena menurut Lege, anak yang cerdas terdapat dari sosok ibu yang cerdas pula.”
Kemudian di bidang lainnya, Salah satu wanita kuat yang berani melakukan aktifitas ekstrim adalah Mulyati (20). Bukan hanya sebagai anggota Mapalaut, bahkan ia juga terpilih menjadi Ketua UKM Mapalaut. Ia mengatakan bahwa wanita zaman sekarang itu bisa sangat menyaingi para laki-laki.
“Zaman sekarang adalah zaman dimana emansipasi wanita sudah tersebar luas. Banyak wanita2 yang melakukan hal2 yang seharusnya di lakukan oleh seorang laki2. Tapi, karena kita sebagai wanita mampu melakukan semuanya, ya harus gimana?” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Di zaman sekarang, pemimpin, pejabat bahkan pemimpin rumah tangga, wanita telah mampu mengemban semua itu. Ini membuktikan jika kemampuan wanita tidak lebih buruk dari laki2.
Hingga saat ini, terdapat 10 dari 80 anggota UKM Mapalaut ini merupakan seorang wanita, dan jumlahnya setiap tahun selalu meningkat.
            Diharapkan, dari cerita kedua wanita tersebut akan memunculkan kesetaraan pada masing-masing gender tanpa mengucilkan atau membedakan satu sama lain. Dan menjadikan sosok wanita juga menjadi sosok yang tidak kalah penting dari sosok pria. Yang terpenting adalah antara masing-masing tersebut harus bisa saling melengkapi.
            “Sebagai kodrat wanita ya memang harus dilindungi oleh laki-laki, maka kita pun jangan pernah merasa saling mampu. Dalam hal ini, wanita harus bisa mandiri. Wanita itu ibarat pelengkap bagi pria, jika pria tidak bisa ini itu, maka kita harus bisa melengkapinya.” Lanjut Mulyati. (AA/AY/Newsroom)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar