Konsultan Yang Ingin Jadi Menteri - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 24 April 2018

Konsultan Yang Ingin Jadi Menteri

Reporter : Andhika Firman Agung
Redaktur : Hani Maulia


Nurprapti Wahyu Widyastuti, S.Sos., M.Si (Sumber: http://kom.fisip-untirta.ac.id)

Ibu Nunuk, begitulah sapaan akrab mahasiswa terhadap dirinya. Ketika menempuh Strata Satu di Universitas Padjadjaran (Unpad), perempuan dengan nama lengkap Nurprapti Wahyu Widyastuti ini sudah dikenal teman-temannya sebagai seorang yang berbeda, dinamis, dan berani. Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini mengaku sudah terjun ke dunia riset sejak duduk dibangku kuliah. Itulah salah satu alasan mengapa dirinya sekarang juga bekerja sebagai konsultan marketing komunikasi.
“Saya tuh, kenapa akhirnya jadi konsultan, karena sejak kuliah sudah jadi peneliti. Saya waktu kuliah bekerja di Survey Riset Industri. Ketika itu saya pernah menjadi tenaga lapangan dan team leader,” ungkapnya pada Sabtu (21/4/2018).
Pertemuan pertama dengan Ibu Nunuk terjadi di sebuah  restoran makanan internasional yang bergerak di bidang donat, tepatnya di daerah Ciledug, Jakarta. Ketika memulai pembicaraan, dirinya bercerita mengapa dirinya bisa menjadi dosen di Untirta. Ia mengaku mendapat ajakan tersebut dari rekan kerjanya di Universitas Mercu Buana (UMB), Ahmad Sihabudin yang juga merupakan dosen di Untirta. Melihat lokasi Untirta yang jauh dari tempat tinggalnya saat itu, ia jelas menolak ajakan tersebut dan memutuskan untuk tetap menjadi dosen Ilmu Komunkasi di UMB, Jakarta.
Pada tahun 2009, tepatnya di Riau, ajakan untuk bergabung dalam Ilmu Komunikasi Untirta kembali terulang pada Nurprapti. Di sana, ia bertemu dengan Rahmi Winangsih kakak kelasnya ketika di Unpad. Rahmi yang saat itu sudah menjadi ketua Jurusan Prodi Ilmu Komunikasi Untirta mengajak Nurprapti untuk bergabung. Setelah diskusi panjang dengan orang terdekat dan melaksanakan shalat istikharah, dirinya memutuskan untuk menerima ajakan tersebut dan memutuskan untuk meninggalkan karir di UMB yang sudah ia bangun selama 15 tahun.
“Saya memutuskan keluar dari UMB, saya gak mau dobel (dalam mengajar), capek lah. Kalau perempuan yang penting di rumah kan,” terangnya.
Selain menjadi dosen, ibu dari tiga anak ini juga menggeluti profesi sebagai konsultan marketing komunikasi. Ia memulai karir menjadi konsultan setelah dirinya meraih gelar magister di Universitas Indonesia pada tahun 2003. Sampai saat ini, klien yang menurutnya paling ia banggakan datang dari sebuah perusahaan otomotif Jerman yang memproduksi mobil dan sepeda motor dengan nama Bayerische Motoren Werke (BMW).
Ketika menjadi konsultan BMW, ia ditugaskan untuk menganalisis kerja humas perusahaan. Dari merapikan job description sampai mengurusi hubungan perusahaan dengan media, mampu ia tangani dengan baik. Melihat kinerjanya yang memuaskan, BMW memberikan tambahan tugas kepada dirinya yaitu menjadi konsultan riest perusahaan.
“Saya bertemu dengan hal-hal baru, dan belajar terus. Menurut saya, dosen tanpa menjadi praktisi, ilmu nya akan kering. Kalau saya mengajar dan menjadi konsultan, saya bisa cerita ke mahasiswa kehidupan nyatanya seperti apa,” jelas Nurprapti ketika ditanyakan apa yang ia sukai dari menjadi seorang konsultan.
Mengingat keinginan sang Ayah yang ingin mempunyai anak dengan pendidikan tinggi, ia melanjutkan studinya di Unpad dan mendapatkan gelar doktor bidang Ilmu Komunikasi pada tahun 2017. 
“Yang pertama, saya tuh kalau sudah mulai harus sampai mentok. Saya memilih menjadi dosen. Dosen harus profesor, ya saya akan berusaha sampai profesor. Perkara Allah mengizinkan atau tidak, yang penting saya sudah berusaha. Yang kedua, saya ingin memberikan contoh ke anak-anak saya, jadilah orang yang terbaik, dalam posisi apapun. Nah yang ketiga, mungkin karena saya terlalu nurut sama orang tua. Jadi waktu saya kecil, dia pernah bilang bahwa ia menginginkan anaknya, baik dalam  sekolah atau pekerjaan berada pada tingkat tertinggi. Saya ingin membuat mereka bangga, jadi itu yang menuntun saya sampai sekarang,” ceritanya sambil tersenyum-senyum.
Suami, anak-anak, keluarga besar, serta kedua orang tua adalah orang-orang yang telah mendukung kesuksesan Nurprapti hingga seperti sekarang. Menurutnya keluarga adalah hal yang utama. Ketika dia berbuat salah maka dia akan mempermalukan keluarga, begitu pun sebaliknya, ketika dirinya berbuat kebaikan maka dia akan membanggakan keluarganya pula.
Saat ini Nurprapti memiliki cita-cita untuk tergabung dalam kementerian. Dirinya ingin, apa yang ia lakukan membawa dampak yang luas dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Selain menjadi menteri, ia juga ingin keliling dunia. Ia ingin melakukan riset di berbagai belahan dunia sembari menebarkan ilmu pengetahuan yang ia miliki.
Sebagai penutup obrolan dengan Ibu Nunuk, sebagai orang yang telah melalui berbagai hal dan memiliki pengalaman yang berlimpah, saya menanyakan pesan apa yang ingin ia sampaikan kepada pemuda saat ini. Ia berpesan, jadilah pemuda yang percaya diri. Namun percaya diri saja tidak cukup menurutnya, harus dibarengi dengan kemampuan diri. Kedua, perbanyaklah membaca dan tingkatkan fokus. Terakhir, tentukan minat sedini mungkin agar tahu kedepannya akan seperti apa. (AFA/HNI/NEWSROOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar