Melawan Kericuhan Suporter Sepak Bola - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 24 April 2018

Melawan Kericuhan Suporter Sepak Bola

Reporter : Tanti Nurmala Sari
Redaktur : Tiara Dwi Ristanti



(Pertandingan antara Arema FC dan Persib Bandung dihentikan lantaran kerusuhan di menit-menit akhir. Sumber:CNN Indonesia)

            Serang – Pertandingan Sepak Bola di Indonesia sering diwarnai kericuhan antar suporter. Kasus yang masih hangat diperbincangkan kerusuhan Arema vs Persib, Minggu (15/4). Faktor pertama biasanya karena ego suporter masih tinggi mencintai terlalu berlebihan terhadap klub yang didukungnya (fanatik). Saat kita menonton pertandingan sepak bola, salah satu aspek yang menentukan berjalannya sebuah pertandingan adalah wasit. Terkadang wasit bisa menjadi kambing hitam atas kekalahan salah satu tim yang bertanding. Kebanyakan wasit yang memimpin pertandingan akan secara benar untuk memimpin pentandingan, tapi apa yang terjadi apabila wasit yang memimpin berat sebelah? Yang terjadi adalah pertandingan tidak akan kondusif untuk ditonton, atau bahkan kemungkinan terburuknya terjadi kerusuhan.
            Permainan kasar antar pemain di atas lapangan atau sepak bola gajah yang pernah terjadi bisa menjadi salah satu penyebab terjadi nya kerusuhan dalam sepak bola. Tidak hanya antar pemain dan official pertandingan saja, tetapi juga akan meluas kepada para penonton/suporter. Tidak hanya di Indonesia, diluar negeri pun sering terjadi kerusuhan yang dikarenakan dendam terhadap klub lawan. Karna cinta nya kepada tim kesayangannya yang tidak mau kalah dengan tim lain di dalam satu kota, akhirnya menumbuhkan dendam kepada tim lain atau dapat juga karena histori yang telah berlangsung lama.
                Menurut salah satu suporter yang pernah mengikuti pertandingan di Stadion Jalak Harupat Bandung, kericuhan yang sering terjadi pada saat pertandingan antar suporter sudah tidak wajar. “Menurut saya sudah tak wajar lagi suporter sama lain saling menyerang, karena mungkin di Indonesia sudah menjadi kebiasaan. Kericuhan bisa terjadi di dalam lapangan, saling menyerang yang sedang ber-laga dan mungkin bisa terjadi sesudah laga atau selesai di luar lapangan akan terjadi saling menyerang jika salah satu suporter ada yang bikin kericuhan antar supporter lain.” Ungkap Ghani. (19/4)
            Ketua UKM Sepak Bola Untirta memberikan tanggapannya untuk para supporter dengan menerapkan prinsip fairplay dan suportifitas antar suporter. “Jangan bermain membahayakan pemain lawan, hormati aturan main dan jalankan dengan baik semua instruksi official, hormati lawan seperti selayaknya kolega kita di sepakbola, tetap mampu   memperlihatkan sikap menjunjung tinggi disiplin walaupun dalam situasi yang sulit atau tidak mengenakkan.” Ujar Amin Hassan, Jum’at (20/4)
            Tawuran yang terjadi antar suporter ini tidak lepas dari peranan suatu klub terhadap pendukungnya. Para suporter yang berbuat rusuh kemungkinan akibat kurangnya perhatian klub. Oleh karena itu, klub harus memperhatikan para suporter, salah satu caranya official klub mengadakan pembinaan bagi para suporternya.
            Kemudian juga dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan kelompok-kelompok suporter untuk membahas apa yang menjadi sebab mereka melakukan tindakan tawuran ini. Dengan diadakannya pertemuan seperti ini, semua bisa membahas apa yang menjadi penyebab tawuran dan kemudian bisa menemukan jalan keluar untuk masalah yang menjadi perhatian semua pihak ini. Dengan seperti ini, tawuran yang terjadi antar suporter bisa berkurang atau bahkan bisa menghilang agar tidak merugikan masyarakat.
(TNT/ARA/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar