Rahmi Winangsih, Bundadari Jurusan Ilmu Komunikasi Untirta - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 24 April 2018

Rahmi Winangsih, Bundadari Jurusan Ilmu Komunikasi Untirta

Reporter : Atika Yahmadillah
Redaktur : Hani Maulia


Kepala Jurusan Ilmu Komunikasi, Dr. Rahmi Winangsih, M.Si (sumber : dok pribadi)

            Ilmu Komunikasi merupakan salah satu jurusan terfavorit di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Jurusan yang berakreditasi B ini, diminati sekitar 1500 pendaftar di setiap tahunnya. Pencapaian itu tak luput dari seseorang yang memimpin jurusan tersebut, Rahmi Winangsih namanya. Perempuan asal Serang yang lahir di Pontianak 16 Oktober 1968 silam.

Memulai karir sebagai humas di salah satu perusahaan swasta. Perempuan yang menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Sahid Jakarta ini tak pernah bercita-cita menjadi dosen, takut dengan mahasiswa menjadi salah satu alasan yang ia katakan saat diwawancarai Kamis (19/04).
            
"Cita cita saya tidak pernah ingin jadi dosen, sebelumnya ingin menjadi humas di institusi, tapi pernah di indosat dan telkomsel. Tapi semua ini perjalanan, mungkin karena saya diberi makan dari sumber guru, akhirnya saya menjadi guru juga," ujarnya

Tahun 2002 merupakan awal karir ia menjadi dosen. Menjadi perintis jurusan Ilmu Komunikasi adalah pencapaiannya bersama teman-teman dosen lain kala itu. Berbagai jabatan pernah ia pegang, dari mulai dosen, sekretaris jurusan, anggota senat universitas, pembantu dekan II , sampai menjadi kepala jurusan Ilmu Komunikasi.

Perempuan yang mempunyai hobi menyanyi dan menari ini, sudah dua kali menjabat menjadi kepala jurusan yaitu pada tahun 2007 sampai 2009, dan tahun 2016 sampai 2019 mendatang. Proses untuk menjadi seorang kepala jurusan bukanlah hal yang mudah, ia mengaku seperti kompetisi karena ada beberapa calon pada saat itu yang menjadi kompetitornya. Berkat dukungan yang begitu bulat dari para mahasiswa, keluarga serta dosen membuatnya merasa berat untuk menolak hal tersebut, dengan bismillah akhirnya ia menerima untuk menjalankan amanat sebagai kepala jurusan untuk kedua kalinya.

Menjadi seorang kepala jurusan merupakan beban yang luar biasa baginya, namun banyak pengalaman menarik yang ditemui seperti bertemu teman-teman dosen, mahasiswa dengan berbagai perilaku dan karakter yang berbeda, apalagi mahasiswa Ilmu Komunikasi yang kreatif dan semangat membuat ia menjadi lebih berenergi untuk mengurusi jurusan ini.

Kepala jurusan Ilmu Komunikasi yang juga mengajar program magister administrasi publik ini, mengaku memiliki pengalaman berkesan saat menjadi pembantu dekan II dalam persiapan pengadaan lab Ilmu Komunikasi.

"Hari itu saya berjibaku dengan Pak Ronny, Mas Radit dan kawan kawan, kita berusaha untuk pengadaan lab yang layak. Sangat luar biasa saat itu harus bertemu dengan banyak orang dan akhirnya terlalui, sampai sekarang lab sudah banyak berkembang dan bermanfaat serta berkontribusi untuk mengembangkan potensi mahasiswa khususnya," terang Rahmi Winangsih.

Di kampus, Rahmi Winangsih dikenal dengan sebutan Bundadari. Ia merupakan Kartini untuk Ilmu Komunikasi, selain berkecimpung di dunia pendidikan ia juga aktif mengikuti kegiatan Forum Kota Sehat. Dosen yang sempat menjadi dosen tawaf di berbagai kampus ini pun berpesan untuk kartini masa kini bahwa setinggi-tingginya status perempuan tetap kembali ke rumah, karena kewajiban sebagai wanita tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditinggalkan.

Prioritasnya saat ini untuk Ilmu Komunikasi adalah menjadi jurusan yang terdepan dalam segala hal, apalagi dalam akreditasi. Mengingat akreditasi sebelumnya yang belum optimal sehingga tim akreditasi sepakat untuk tetap maju dalam mengoptimalkan akreditasi agar dapat bermanfaat bagi lembaga maupun mahasiswa pada saat mencari kerja di kemudian hari. (AYD/HNI/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar