Ail Muldi, Dosen Untirta yang Punya Banyak Cita-Cita - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 08 Mei 2018

Ail Muldi, Dosen Untirta yang Punya Banyak Cita-Cita

Reporter : Ahmad Khayatun Nufus
Redaktur : Hani Maulia



Ail Muldi M.Ikom, Dosen Ilmu Komunikasi (sumber : dok pribadi)


Jum’at pukul 16.00 WIB, saya melangkahkan kaki untuk menuju gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang berada di Kampus A Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Maksud tujuan saya untuk bertemu dengan laki-laki yang sedang meneruskan S3 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan program Doktor Komunikasi Pembangunan.
            Ail Muldi, sudah 3 tahun menjadi dosen di Untirta, selama 3 tahun menjadi dosen ia pernah mengajar mata kuliah Media Relation di semester 3, Public Speaking di semester 7, Komunikasi Perubahan Sosial di semester 2, Penganter Sosiologi di semester 2, Jurnalistik Lingkungan di semester 4, dan Desain Komunikasi Visual di semester 6.
            “Yang paling saya suka itu mengajar mata kuliah Komunikasi Perubahan Sosial karena itu lebih kepada kompetensi di bidang saya, berhubung bidang kopetensi keilmuwan saya adalah komunikasi pembangunan saya rasa ini sangat cocok dengan style saya,” ujar Ail Muldi pada Jum’at (4/5/2018).
            Walaupun baru 3 tahun mengajar di Untirta, menjadi dosen bukanlah hal yang baru bagi seorang Ail Muldi karena sebelumnya ia pernah menjadi dosen di salah satu universitas yang berada di Tangerang, “Yang pasti saat saya kembali untuk mengajar di Untirta ini rasanya seperti saya kembali ke rumah saya sendiri karena saya juga alumni Untirta angkatan ke-2 tahun 2003 di prodi yang sama,” ucapnya sambil tersenyum.
Laki-laki kelahiran Jakarta 6 Mei 1983 ini mempunyai cita-cita menjadi seorang ilmuwan, produser film, dan pengangguran yang selalu berfikir. “Untuk menjadi seorang ilmuwan pintunya ada 2 yaitu jadi peneliti atau jadi akademisi karena di dalam akademisi ini juga ada penelitian-penelitian di dalamnya, untuk cita-cita menjadi seorang produser film alhamdullilah sudah ada harapan untuk saya walaupun hanya beberapa persen, dan cita-cita saya yang terakhir adalah pengangguran yang selalu berfikir, sebelum saya menjadi dosen saya pernah merasakan yang namanya pengangguran, disitu saya selalu berfikir bagaimana caranya menjadi seorang ilmuwan dan harapan untuk saya menjadi seorang ilmuwanpun tinggal beberapa langkah lagi,” ucapnya.
Istri, anak-anak, keluarga besar, serta kedua orang tua adalah orang-orang yang telah mendukung kesuksesan Ail Muldi hingga seperti sekarang. Menurutnya keluarga adalah segalanya. “Walaupun kita belum bisa membuat kedua orang tua kita bangga setidaknya jangan sampai membuat mereka malu atas perbuatan kita,” ucap Ail Muldi.
Sebagai dosen di jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Ail Muldi tentunya memiliki harapan yang besar untuk kamajuan Untirta.
“Saya berharap dan yakin Untirta bisa menjadi kampus yang memang maju dan menanggapi terhadap perubahan, baik secara global ataupun skala nasional. Untirta bisa mampu menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di Banten ini khususnya dan ini semua bisa tercipta kalau semua mahasiswanya memiliki sumber daya manusia yang baik,” ucap Ail Muldi sebagai penutup obrolan. (AKN/HNI/NEWSROOM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar