Banten Lama Saat Ramadhan di Depan Mata - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 15 Mei 2018

Banten Lama Saat Ramadhan di Depan Mata

Reporter : Dea Ulfiani
Redaktur : Mulyani Pratiwi



Tampak depan suasana Masjid Agung Banten Lama (11/05)
(dokumentasi pribadi)

SERANG – Bulan suci Ramadhan sudah di depan mata. Umat muslim di Banten berbondong-bondong menyiapkan diri menghadapi bulan penuh berkah. Banyak tradisi yang dilakukan oleh masyarakat jelang bulan puasa, salah satunya, ziarah ke makam para sultan dan ulama besar yang dikuburkan di Komplek Masjid Agung Banten Lama.
Kawasan Banten Lama dipadati pengunjung, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Namun puncak kepadatan pengunjung dikabarkan tepat pada saat satu bulan sebelum Ramadhan. Makam yang banyak dikunjungi ialah Sultan Maulana Hasanudin, yang merupakan pendiri kesultanan Banten.
“Ramai menjelang puasa, satu minggu setelah lebaran, sama hari libur aja. Tapi kalau sekarang sudah rada sepian karena udah dekat puasa, kalau minggu-minggu sebelumnnya lebih ramai pisan. Waktu bulan Rajab sama Rowah (Bulan Sya’ban), ya sebelum ini ramai terus,” ujar salah satu pengurus Masjid Agung Banten Lama, Maryani saat dijumpai di Banten Lama (11/05).
Pemaknaan ziarah ke makam sultan jelang bulan puasa bagi pengunjung berbeda-beda. Salah satuhnya, Rosihat. Perempuan yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar di Kota Cilegon ini, rutin ziarah ke Banten lama bersama keluarganya.
“Iya, kalau kita ya, menjelang puasa supaya diberikan kesehatan, keberkahan, rezeki. Jadi ya setiap tahun kita kesini, juga bisa mengingat tentang sejarah Banten itu apa,” ungkap Rosihat yang ditemui saat beristirahat usai berziarah (11/05).
Ia juga menceritakan bahwa warga di daerah tempat tinggalnya, yakni di Kebon dalem Kota Cilegon, sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging, untuk melaksanakan tradisi ziarah ke Sultan di Banten lama. Ia juga menerangkan bahwa hal ini sudah di lakoninya sejak masih kecil.
Sama halnya dengan Rosihat, pria asal Kabupaten Tangerang yang setiap tahunnya ziarah ke makam Sultan dan Ulama, Bagas (38) pun melakukan hal yang sama. Namun tidak seperti tahun sebelumnya, yang selalu membawa romobongan pengajian, ia hanya membawa keluarganya saja karena waktu yang sudah dekat dengan Ramadhan.
“Ya silaturahmi ke para Aulia sekaligus mendoakannya,” kata Bagas.
Prosesi ziarah ini bisa dilakukan secara berjamaah atau menyendiri bersama keluarga. Pihak panitia ziarah menyediakan ustad untuk mendampingi pengunjung saat berziarah. Rangkaian yang bisa dilaksanakan saat berziarah adalah membaca Tahlil, Surat Yasin dan berdoa. (Newsroom/DU/ESW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar